Prabowo Bertemu Bos Danantara di Hambalang Minggu Sore, Ini Bocorannya

1 day ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani. Pertemuan tersebut digelar di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, pada Minggu sore, 4 Januari 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi perhatian pemerintah. Fokus utama pembahasan adalah percepatan proyek hilirisasi nasional yang akan dikelola oleh Danantara.

“Minggu sore, Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di Kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, 4 Januari 2026,” ujar Seskab Teddy dikutip dari laman setkab, Senin (5/1/2026).

Menurut Teddy, pemerintah menaruh perhatian besar pada pengembangan proyek hilirisasi karena dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat struktur industri nasional. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kesiapan proyek agar dapat segera direalisasikan sesuai rencana.

3 Poin Utama

Seskab Teddy menjelaskan, dalam pertemuan itu dibahas tiga poin utama. Salah satunya adalah perkembangan lima titik proyek hilirisasi yang akan digarap oleh Danantara dan direncanakan memasuki tahap groundbreaking pada awal bulan depan.

“Dalam pertemuan tersebut dibahas 3 poin yakni, perkembangan 5 titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan,” ungkap Seskab Teddy.

Ia menambahkan, proyek hilirisasi tersebut akan dilaksanakan di sejumlah provinsi di Indonesia dengan nilai investasi yang tergolong besar. “Program tersebut akan dilakukan di beberapa provinsi Indonesia dengan total investasi sebesar 6 miliar USD atau sekitar 100 triliun rupiah,” lanjutnya.

Investasi ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global.

Waste to Energy

Selain proyek hilirisasi, agenda strategis lain yang turut dibahas adalah perkembangan proyek Waste to Energy yang berfokus pada penertiban dan pengelolaan sampah. Pemerintah menilai program ini memiliki dampak ganda, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

“Perkembangan Projects Waste to Energy (Penertiban Pengelolaan Sampah) sehingga volume sampah terbuka tidak hanya berkurang namun akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi,” jelas Seskab Teddy.

Pemanfaatan teknologi Waste to Energy diharapkan mampu mengurangi persoalan sampah terbuka sekaligus menghasilkan energi alternatif yang bernilai ekonomi. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pembangunan berkelanjutan dan penggunaan teknologi ramah lingkungan.

Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen Presiden Prabowo dalam mempercepat hilirisasi industri, meningkatkan investasi strategis, serta mendorong transformasi ekonomi hijau di berbagai daerah Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |