Pertamina Hulu Energi Temukan Cadangan Migas Baru di Laut Mahakam

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi migas yang berkelanjutan. Komitmen Subholding Upstream Pertamina ini kembali membuahkan hasil setelah afiliasinya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), berhasil menemukan sumber daya minyak dan gas bumi dari pengeboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di wilayah lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur.

Pengeboran sumur MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE. Strategi ini dirancang sebagai langkah cepat atau quick win untuk mempercepat produksi dengan memanfaatkan fasilitas lapangan migas terdekat yang telah memasuki fase matang (mature field).

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menegaskan keberhasilan tersebut menjadi bukti kuat penerapan konsep eksplorasi baru di wilayah yang selama ini dinilai telah matang.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi kami dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature, juga berkat kolaborasi erat antara PHE dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM,” ujar Muharram dalam keterangan tertulis, Kamis  (1/1/2026).

Ia berharap temuan sumber daya kontijen dengan perkiraan Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE) dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional.

Bor Enam Sumur Eksplorasi

Sejak mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Dari jumlah tersebut, empat sumur mencatatkan penemuan migas, termasuk MDP-1x yang dinilai sebagai salah satu temuan signifikan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, Sunaryanto, menekankan bahwa eksplorasi merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi.

“Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia,” ujarnya.

Sumur MDP-1x dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin. Meski target utama hanya tercapai sebagian akibat tekanan tinggi, PHM berhasil mengidentifikasi potensi migas menjanjikan pada formasi yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).

Masih Simpan Potensi Signifikan

Hasil uji alir pada zona Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) mengonfirmasi kemampuan produksi reservoir karbonat dan batu pasir yang baik. Dengan interval uji sepanjang 25,5 meter, sumur MDP-1x mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Keberhasilan ini menegaskan bahwa lapangan migas yang telah memasuki fase matang masih menyimpan potensi signifikan jika dikelola dengan inovasi dan teknologi yang tepat. Capaian tersebut melengkapi rangkaian keberhasilan eksplorasi PHE sepanjang 2025, termasuk kinerja gemilang sumur BNG-064 dan BNG-067 di Blok D Field Adera, serta penemuan eksplorasi di wilayah lain.

Sebelumnya, pada 2024, PHE juga mencatatkan penemuan sumber daya in place gas bumi lebih dari 1,8 triliun kaki kubik (TCF) di Sulawesi Tengah. Ke depan, PHE menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi di sektor hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |