Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 75 triliun dari perbankan milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak menimbulkan tekanan berarti terhadap kondisi likuiditas industri perbankan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan hingga November 2025, kinerja sektor perbankan nasional masih mencatatkan pertumbuhan yang solid.
Ia menjelaskan, pertumbuhan kredit per November 2025 secara tahunan tercatat sebesar 7,74%, dengan kualitas kredit yang tetap terjaga tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,21%.
Dari sisi likuiditas, Dian menuturkan, kondisi perbankan secara keseluruhan masih tergolong longgar. Hal tersebut tercermin dari liquidity coverage ratio (LCR) yang berada di level 210,38% serta loan-to-deposit ratio (LDR) sebesar 83,99%.
Kinerja yang tetap positif tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 12,03% yoy pada November 2025. Angka itu menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan DPK pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 11,48% yoy.
"Hal tersebut tentu menandakan perbankan itu memiliki ruang likuiditas yang cukup untuk penyaluran kredit ke depannya. Penarikan dana SAL sebesar Rp 75 triliun dari bank Himbara, kami menilainya tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap likuiditas bank,” kata Dian dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, hingga 6 Januari 2026, kondisi likuiditas perbankan masih dinilai memadai, dengan liquidity coverage ratio seluruh bank Himbara penerima SAL berada di atas ketentuan 100% serta rasio loan-to-deposit (LDR) yang tetap terjaga.
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Meski Ekonomi Global Melandai
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK yang diselenggarakan pada 24 Desember.
Penilaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian global dan domestik yang berkembang sepanjang akhir 2025.
“Rapat Dewan Komisioner pada bulan Desember dilaksanakan di tanggal 24 yang menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” ujar Mahendra dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Mahendra menjelaskan, berdasarkan rilis data perekonomian global, aktivitas manufaktur dunia masih berada di zona ekspansi meskipun dengan laju yang termoderasi. Namun, energi pemulihan ekonomi Tiongkok dinilai masih berada di bawah ekspektasi.
Sedangkan, untuk tahun 2026, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan terus melandai dan berada di bawah rata-rata pertumbuhan sebelum pandemi, seiring meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara utama.
Di Amerika Serikat, perekonomian menunjukkan kinerja yang relatif solid dengan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2025 tumbuh 4,3 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan di atas konsensus pasar.
Kebijakan Akomodatif Bank Sentral
Meski demikian, pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda moderasi, sementara inflasi November 2025 tercatat turun menjadi 2,7 persen dan inflasi inti turun ke level 2,6 persen.
Sementara itu, di Tiongkok perlambatan ekonomi masih berlanjut dengan konsumsi rumah tangga yang tertahan. Dari sisi penawaran, PMI manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi dan tekanan di sektor properti masih terus berlangsung.
Perkembangan tersebut mendorong sejumlah bank sentral kembali menempuh kebijakan yang lebih akomodatif, termasuk pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve dan Bank of England pada Desember 2025.
Di sisi lain, Bank of Japan justru menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dasawarsa terakhir akibat tekanan inflasi yang relatif persisten.
“Perbedaan arah kebijakan dari bank-bank sentral itu turut mempengaruhi dinamika pasar keuangan global,” tutur Mahendra.
Pasar Saham Global
Mahendra menambahkan, pasar saham global secara umum bergerak menguat merespons pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat, meskipun diiringi kekhawatiran terhadap potensi pembentukan gelembung di saham teknologi.
Kenaikan suku bunga di Jepang juga mendorong pelemahan pasar obligasi pemerintah global seiring berakhirnya aktivitas carry trade yang selama ini menopang pasar. Selain itu, pada awal 2026 pelaku pasar turut mencermati perkembangan geopolitik di Venezuela serta potensi dampaknya terhadap stabilitas politik dan pasar keuangan global.
Di tengah dinamika global tersebut, Mahendra menyampaikan bahwa kondisi perekonomian domestik pada Desember 2025 mencatatkan inflasi inti yang meningkat, sektor manufaktur yang masih berada di fase ekspansi, serta kinerja eksternal yang tetap terjaga dengan neraca perdagangan yang mencatatkan surplus.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4844377/original/058934100_1716818807-960x0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468655/original/028465300_1767966113-Diskusi_Danantara-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354392/original/068395000_1758248186-063_1134817584.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468615/original/024879700_1767962697-Corporate_Secretary_PT_Pertamina__Arya_Dwi_Paramita_di_BNPB-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312382/original/058803300_1754958946-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468560/original/031395000_1767956777-Direktur_Utama_Perum_Bulog__Ahmad_Rizal_Ramdhani-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468576/original/002050900_1767958012-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-9_Januari_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445028/original/061649700_1765798358-IMG-20251215-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468582/original/095920700_1767958842-Perlintasan_sebidang_dan_jalur_KA_untuk_area_Jabodetabek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468559/original/042673200_1767956731-Direktur_Utama_Perum_Bulog__Ahmad_Rizal_Ramdhani.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5252086/original/007300100_1749857885-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2874544/original/085220700_1565089512-20190806-Pemanfaatan-Tenaga-Surya-Sebagai-Sumber-Energi-Listrik-Alternatif3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445754/original/014057700_1765863817-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427942/original/088106400_1764463850-IMG_8736.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468139/original/081083600_1767942445-WhatsApp_Image_2026-01-09_at_14.03.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4184395/original/026585700_1665141029-FOTO.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349931/original/025810500_1757942394-AP25248772964198.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345137/original/039546900_1757507069-men3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3584538/original/038922100_1632728900-Screenshot_20210927-135735_Zoom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4856586/original/057210700_1717754530-WhatsApp_Image_2024-06-07_at_16.53.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172256/original/013600300_1664250498-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)