OJK Ingin Pertumbuhan Aset Asuransi-Dana Pensiun Lebih Besar dari Ekonomi Indonesia

3 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik peningkatan aset industri asuransi hingga dana pensiun lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan begitu, kontribusi industri tersebut bisa lebih besar ke ekonomi Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyadari target itu menjadi tantangan industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP). 

"Kalau kita ingin meningkatkan kontribusi aset terhadap PDB, maka pertumbuhan aset baik asuransi dan dana pensiun itu harus lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Ogi usai PPDP Regulatory Disemination Day, di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, aset industri asuransi dibidik bisa mencapai 5-7% dan dana pensiun 10-12%. Angka ini hampir menyamai target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5-8%.

"Jadi kalau ekonomi Indonesia tumbuh 5,1%, ya asuransi dan dana pensiun asetnya harus tumbuh dari situ," tegas dia.

Target lebih tinggi dibidik pada 2029. Industri asuransi dibidik 7-9% dan dana pensiun di atas 20%. "Tentunya ini harus dilakukan melalui kesadaran masyarakat, pelaku usaha, dan juga dari peserta, dari para pemegang polis terhadap industri asuransi dan dana pensiun," ujar dia.

Industri PPDP Masih Kuat

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) kuat di tengah kondisi geopolitik global. Kekuatan fundamental dinilai masih tetap positif. Ogi Prastomiyono pernah mengatakan kinerja industri PPDP masih tetap positif.

"Secara umum memang sektor PPDP menunjukkan kinerja yang positif dan resilien dengan pertumbuhan aset dan investasi yang tetap terjaga di tengah berbagai dinamika global dan domestik," kata Ogi dalam PPDP Regulatory Disemination Day, di Jakarta, Senin pekan ini.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |