Keluarga Pendiri Samsung Lunasi Pembayaran Pajak Warisan, Nilainya Sentuh Rekor

9 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga di balik perusahaan raksasa Korea Selatan, Samsung telah menyelesaikan pembayaran pajak warisan sebesar 12 triliun won atau setara USD 8 miliar. Jumlah itu sekitar Rp 139,14 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.390). Penyelesaian pembayaran pajak itu termasuk terbesar dalam sejarah Korea Selatan.

Mengutip BBC, ditulis Rabu (6/5/2026),Chairman Lee Jae-yong dan anggota keluarga lainnya, termasuk sang ibu Hong Ra-hee dan saudara perempuan Lee Boo-jin dan Lee Seo-hyun membayar jumlah pajak warisan itu dalam enam angsuran selama lima tahun terakhir.

Adapun tagihan pajak warisan itu terkait dengan harta warisan yang ditinggalkan oleh mendiang Chairman Lee Jae-yong yang meninggal pada Oktober 2020.

Samsung merupakan perusahaan terbesar di Korea Selatan dan perusahaan milik keluarga yang mencakup elektronik, industri berat dan jasa keuangan.

Sementara itu, Lee-Kun- meninggalkan kekayaan sebesar 26 triliun won, termasuk saham, properti dan koleksi seni.

Pada saat itu, keluarga tersebut mengatakan bahwa "membayar pajak adalah kewajiban alami warga negara".

Samsung mengkonfirmasi pada Minggu pembayaran terakhir telah dilakukan, dan mencatat bahwa jumlah tersebut setara dengan sekitar satu setengah kali total pendapatan pajak warisan negara pada 2024.Dengan tarif pajak warisan sebesar 50%, Korea Selatan termasuk yang tertinggi di dunia.

Penyelesaian RUU pajak tersebut dipantau ketat oleh investor karena dapat memengaruhi kemampuan keluarga Lee untuk mempertahankan kendali atas Samsung.

Harta Warisan

Sebagian dari harta warisan Lee Kun-hee, termasuk koleksi karya seni Pablo Picasso dan Salvador Dali, disumbangkan ke Museum Nasional Korea dan organisasi budaya lainnya.

Keluarga Lee memiliki kekayaan bersih gabungan lebih dari USD 45 miliar atau Rp 782,6 triliun, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Kekayaan mereka telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir karena permintaan chip komputer dari industri kecerdasan buatan (AI) global telah membantu mendorong nilai pasar saham Samsung Electronics.

Selain memproduksi chip komputer, operasi teknologi Samsung mencakup salah satu produsen ponsel pintar terbesar di dunia dan produsen TV utama.

Samsung Group didirikan pada 1938 oleh Lee Byung-chul, kakek dari Lee Jae-yong, yang sekarang memimpin perusahaan tersebut.

Era Super Kaya: Miliarder Dunia Diprediksi Tembus 4.000 Orang pada 2031

Sebelumnya, jumlah miliarder di dunia diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, angkanya diproyeksikan mendekati 4.000 orang pada 2031, seiring percepatan akumulasi kekayaan di kalangan super kaya.

Dikutip dari The Guardian, Sabtu (25/4/2026), berdasarkan analisis perusahaan properti global Knight Frank, saat ini terdapat sekitar 3.110 miliarder di seluruh dunia. Jumlah tersebut diperkirakan akan naik 25% dalam lima tahun ke depan menjadi sekitar 3.915 orang.

Tidak hanya miliarder, kelompok individu dengan kekayaan ultra tinggi juga tumbuh pesat. Jumlah orang dengan kekayaan minimal 30 juta dolar AS melonjak drastis, dari 162.191 orang pada 2021 menjadi 713.626 orang saat ini—naik lebih dari 300%.

Kepala riset Knight Frank, Liam Bailey, menyebut lonjakan kekayaan ini didorong oleh sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).

“Kemampuan untuk mengembangkan bisnis dalam skala besar belum pernah setinggi ini,” ujarnya.

Menurut Bailey, perkembangan teknologi dan AI mempercepat proses penciptaan kekayaan dalam waktu singkat.

“Hal ini mendorong kemampuan untuk menghasilkan kekayaan besar dengan cepat, yang dipercepat oleh teknologi dan AI,” katanya.

Arab Saudi Paling Cepat

Selain itu, Polandia dan Swedia juga diprediksi mengalami lonjakan signifikan. Jumlah miliarder di Polandia diperkirakan naik dari 13 menjadi 29 orang, sementara di Swedia meningkat dari 32 menjadi 58 orang.

Namun, di balik pertumbuhan ini, ketimpangan ekonomi global juga semakin melebar. Laporan ketimpangan dunia menunjukkan kurang dari 60.000 orang—atau sekitar 0,001% populasi dunia—menguasai kekayaan tiga kali lipat dibanding setengah populasi dunia terbawah.

Organisasi Oxfam mencatat jumlah miliarder global kini telah melampaui 3.000 orang, dengan total kekayaan mencapai 18,3 triliun dolar AS.

Dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes, CEO Tesla Elon Musk masih menempati posisi teratas dengan kekayaan mencapai USD 785,5 miliar.

Ia diikuti oleh pendiri Google, Larry Page, dengan kekayaan USD 272,5 miliar, serta pendiri Amazon, Jeff Bezos, dengan USD 259 miliar.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |