Pengangguran Terbanyak Masih Didominasi Lulusan SMA dan SMK

9 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2026 sebanyak 7,24 juta orang. Dari jumlah tersebut, angka pengangguran terbanyak masih disumbang oleh para lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, penduduk dengan status bekerja pada Februari 2026 tercatat sebesar 147,67 juta orang. Dengan begitu, dari total angkatan kerja sebanyak 154,91  juta orang, terdapat 7,24 juta orang di antaranya yang masih menganggur. 

"Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 adalah 4,68 persen. Jumlah pengangguran secara absolut turun 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025," ujar dia, Selasa (5/5/2026).

Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mempunyai pola yang hampir sama dari Februari 2024 sampai dengan Februari 2026. 

Pada Februari 2026, TPT tamatan SMK sebesar 7,74 persen, tertinggi dibandingkan tamatan pada jenjang pendidikan lainnya. Diikuti tamatan SMA sebesar 6,23 persen. 

"Sementara itu, TPT paling rendah berada pada tingkat pendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 2,32 persen," tulis BPS dalam laporannya. 

Adapun secara distribusi pengangguran selama periode Februari 2024 sampai Februari 2026, didominasi oleh tamatan SMA yang pada Februari 2026 mencapai 28,00 persen. 

"Sementara itu, distribusi pengangguran terendah adalah tamatan Diploma I/II/III yaitu sebesar 2,48 persen pada Februari 2026," kata BPS. 

5 dari 100 Orang Menganggur 

BPS melalui hasil Sakernas Februari 2026 mendapati angka TPT sebesar 4,68 persen. Artinya, terdapat sekitar 5 orang pengangguran dari 100 orang angkatan kerja. TPT mengalami penurunan 0,08 persen poin jika dibandingkan dengan Februari 2025. 

Adapun secara gender, TPT laki-laki sebesar 4,88 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 4,36 persen. TPT laki-laki dan perempuan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,10 persen poin dan 0,05 persen poin dibandingkan Februari 2025. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |