Jalur Kereta Api Pekalongan Terendam Banjir, DJKA Kerahkan KA Penolong

6 days ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan sarana kereta api penolong berupa lokomotif CC300 untuk menangani dampak banjir yang menggenangi sejumlah titik jalur kereta api di Pekalongan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyampaikan, pihaknya terus melakukan penanganan serius terhadap gangguan operasional perjalanan kereta api akibat banjir yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah, khususnya pada petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi. 

"Kami akan terus memastikan penanganan serius terhadap gangguan operasional perjalanan kereta api akibat banjir di sejumlah titik di Jawa Tengah yang berdampak pada jalur kereta api khususnya pada petak Stasiun Pekalongan - Stasiun Sragi ini,” ujar Allan di Jakarta, Senin (19/01/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan per Senin, 19 Januari 2026, genangan air masih terpantau di sejumlah titik, terutama di KM 88 hingga KM 89 pada petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi, meski kondisinya mulai berangsur surut. Kendati demikian, sebagai langkah pengamanan, pembatasan kecepatan kereta api tetap diberlakukan dengan kecepatan maksimal 30 km/jam di sisi hulu dan hilir guna menjamin keselamatan perjalanan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Allan menjelaskan selain menurunkan KA Penolong, DJKA juga telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan mitigasi genangan, pemantauan intensif, serta evaluasi keselamatan lintasan. DJKA juga terus berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan pemerintah daerah agar layanan kereta api dapat kembali berjalan normal dan aman secepatnya.

KA Penolong

Allan menegaskan, langkah-langkah tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin keselamatan transportasi perkeretaapian.

"Sembari menunggu banjir surut, kami terus berkomunikasi dengan teman-teman di lapangan agar menjaga kehati-hatian pada seluruh langkah operasional dan mengutamakan keselamatan personil,” katanya.

KA Penolong yang dikerahkan berupa lokomotif CC300 milik DJKA yang didatangkan dari Balai Perawatan Perkeretaapian. Lokomotif buatan PT INKA ini kerap digunakan untuk menangani kondisi banjir karena keandalannya dalam melintasi genangan air.

 Allan mengimbau seluruh pihak untuk tetap berhati-hati saat melakukan perjalanan di tengah cuaca ekstrem. 

"Kami akan terus memastikan layanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal dan aman secepat mungkin, sementara itu masyarakat kami harap dapat terus memantau informasi perjalanan kereta api kepada operator terkait,” ujar Allan.

Pengembalian Dana Tiket Kereta karena Banjir Tembus Rp 3,5 Miliar

Sebelumnya, nilai pengembalian dana atau refund tiket kereta api (KA) karena gangguan operasional imbas banjir di Pekalongan, Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang tembus Rp 3,5 miliar, demikian berdasarkan catatan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Nilai refund baru mencakup pengembalian tiket kepada pelanggan.

KAI masih melakukan penghitungan total kerugian secara menyeluruh karena situasi masih berkembang. "Saat ini Rp 3,5 miliar untuk pembatalan KA,” ujar EVP of Sales KAI Ririn Widi Astutik dikutip dari Antara, Minggu (18/1/2026).

Ririn menuturkan, penghitungan tersebut dilakukan untuk periode empat hari, yakni sejak 15-18 Januari 2026.

Adapun komponen lain di luar pengembalian tiket, termasuk biaya service recovery tambahan, masih dalam proses perhitungan lebih lanjut.

"Empat hari, sejak 15-18 Januari pukul 13.00 (WIB) tadi, baru nilai refund," ujar dia.

Komitmen KAI

KAI memastikan tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan serta menjalankan prosedur pengembalian tiket secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku, sembari terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memulihkan operasional perjalanan kereta api yang terdampak banjir.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) membatalkan sebanyak 82 perjalanan kereta api penumpang karena banjir di Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang khususnya di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah akibat tanggul yang jebol dan air pasang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu, menyatakan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama terjadinya banjir yang merendam jalur rel, diperparah tanggul jebol dan kondisi air pasang.

“Memang cuaca ekstrem akhir-akhir ini dalam 2-3 hari ini menyebabkan pembatalan, keterlambatan di perjalanan kereta kita. Jadi yang terdampak itu ada 82 kereta penumpang, kemudian ada 16 kereta barang yang terdampak pembatalan, dan kemudian juga ada sekitar 76 kereta yang mengalami keterlambatan,” ujar Bobby.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |