Friderica Widyasari Terpilih Jadi Ketua DK OJK, Pengamat: Sinyal Positif Pasar Keuangan Indonesia

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menilai ditunjuknya Friderica Widyasari Dewi menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Ketua DK OJK) dan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan Indonesia.

"Penunjukkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal pada dasarnya memberikan sinyal stabilitas bagi pasar keuangan Indonesia," kata Hendra kepada Liputan6.com, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kedua figur ini bukan sosok baru di industri jasa keuangan, khususnya di lingkungan regulator, sehingga pelaku pasar melihat adanya kesinambungan kebijakan dalam pengawasan sektor keuangan dan pasar modal.

Friderica atau perempuan yang akrab disapa Kiki ini dikenal memiliki pengalaman panjang di industri pasar modal, termasuk pernah berkarier di Bursa Efek Indonesia sebelum bergabung dengan Otoritas Jasa Keuangan.

Sementara Hasan Fawzi juga memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengawasan pasar modal dan aktif dalam berbagai agenda penguatan regulasi serta pembenahan tata kelola pasar.

"Dengan latar belakang tersebut, pelaku pasar menilai kepemimpinan baru ini kemungkinan besar tidak akan membawa perubahan kebijakan yang terlalu drastis, melainkan lebih melanjutkan agenda reformasi yang selama ini sudah berjalan," ujar dia.

Perspektif Investor

Hendra menilai, jika dilihat dari perspektif investor, faktor yang paling penting sebenarnya bukan sekadar siapa yang memimpin regulator, tetapi apakah kepemimpinan tersebut mampu menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Lantaran dalam beberapa waktu terakhir, pasar memang cukup sensitif terhadap isu tata kelola, transparansi, serta perlindungan investor. Oleh karena itu, ketika figur yang terpilih berasal dari internal regulator yang sudah memahami secara mendalam ekosistem pasar modal domestik, pelaku pasar biasanya melihat hal ini sebagai sinyal yang relatif positif.

"Transisi kepemimpinan menjadi lebih mulus dan risiko kebijakan yang terlalu eksperimental dapat diminimalkan, sehingga arah reformasi pasar modal yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan secara konsisten," ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |