Ini Bukti Ekonomi Indonesia Masih Kuat

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto memaparkan terkait perkembangan indikator makro ekonomi terkini. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia diprediksi tetap solid dengan kemungkinan resesi salah satu yang paling rendah dibanding negara lain.

Hal tersebut diungkapkan Airlanga dalam acara Workshop Persiapan Pemeriksaan LKPP, LKKL, dan LKBUN Tahun 2025 di BPK Tower, Jakarta, Senin (12/1/2026).

Kinerja perekonomian nasional hingga akhir tahun 2025 tetap menunjukkan fundamental yang kuat dan resiliensi, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu terjaga di kisaran 5% selama tujuh tahun terakhir.

Sepanjang tahun 2025, Pemerintah secara aktif menyalurkan stimulus fiskal senilai total Rp110,7 triliun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang digelontorkan secara bertahapdi setiap kuartal.

Stimulus tersebut diperkuat dengan berbagai program non-APBN seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Belanja di Indonesia Saja (BINA), dan Every Purchase is Cheap (EPIC Sale).

Memasuki tahun 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dengan mengandalkan sejumlah sektor prioritas, antara lain ketahanan pangan dengan alokasi anggaran sebesar Rp164,4 triliun, ketahanan energi Rp402,4 triliun, program Makan Bergizi Gratis Rp335 triliun, pendidikan Rp757,8 triliun, kesehatan Rp244 triliun, UMKM dan Desa Rp181,8 triliun, pertahanan Rp424,8 triliun, serta investasi dan dagang Rp57,7 triliun.

Pemerintah juga terus mendorong penguatan sektor industri dan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kemudian, untuk menghadapi era ekonomi digital, Pemerintah telah menyusun Peta Jalan Kecerdasan Artifisial (AI), menginisiasi ASEAN Digital Economic Framework Agreement, serta memperkuat kerja sama internasional, termasuk dalam aksesi OECD dan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa (EU-CEPA).

Selain itu, Pemerintah juga mendorong QRIS sebagai game changer, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta memperbaiki iklim dan proses investasi melalui Satgas Percepatan Program Stratetgis Pemerintah (P2SP).

“Dalam pertemuan tadi malam di Hambalang, Bapak Presiden Prabowo Subianto juga mendorong pentingnya sektor industri tekstil untuk kita pertahankan karena sektor industri tekstil ini adalah yang paling terbuka untuk menghadapi perang dagang. Oleh karena itu Bapak Presiden minta agar dibuat langkah khusus dan kami sudah melakukan studi untuk mempertahankan industri tekstil di Indonesia dan dari hasil studi tersebut Indonesia berpotensi menjadi 5 pemain besar tekstil dunia karena dari segi pertumbuhan, sektor tekstil ini selalu akan dibutuhkan,” ujar Menko Airlangga.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |