Harga Minyak Naik di Tengah Risiko Pasokan Berkurangnya Pasokan Iran

1 day ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin, di tengah kekhawatiran bahwa Iran berpotensi mengurangi ekspor minyaknya di tengah penindakan terhadap demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Harga minyak mentah tetap naik meski ada ekspektasi pasokan global bisa bertambah dari Venezuela, sesama anggota OPEC yang masih berada di bawah sanksi.

Dikutip dari CNBC, Selasa (13/11/2026), harga minyak mentah Brent naik 67 sen atau 1,1% ke level USD 64,01 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 38 sen atau 0,6% dan ditutup di posisi USD 59,50 per barel.

Pemerintah Iran menyatakan pada Senin bahwa mereka tetap membuka jalur komunikasi dengan Amerika Serikat (AS), saat Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan berbagai respons atas penindakan mematikan terhadap aksi protes nasional.

Gelombang protes ini disebut menjadi salah satu tantangan terberat bagi pemerintahan ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Seorang pejabat AS mengatakan, Trump dijadwalkan bertemu dengan para penasihat seniornya pada Selasa untuk membahas opsi kebijakan terkait Iran.

Venezuela Bersiap Lanjutkan Ekspor Minyak

Di sisi lain, Venezuela diperkirakan akan segera melanjutkan ekspor minyak setelah tergulingnya Presiden Nicolas Maduro. Trump pekan lalu menyebut pemerintah di Caracas siap menyerahkan hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi Barat kepada Amerika Serikat.

Kondisi ini memicu perlombaan di kalangan perusahaan minyak untuk mencari kapal tanker dan menyiapkan operasi pengapalan minyak mentah secara aman. Empat sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan, aktivitas persiapan sudah berlangsung.

Dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat, perusahaan komoditas multinasional Trafigura menyatakan kapal pertamanya diperkirakan mulai memuat minyak pada pekan depan.

Risiko Gangguan Pasokan Global

Pelaku pasar juga mencermati risiko gangguan pasokan dari Rusia, menyusul serangan Ukraina yang menargetkan fasilitas energi, serta potensi sanksi energi AS yang lebih ketat terhadap Moskow.

Di Azerbaijan, ekspor minyak tercatat turun menjadi 23,1 juta ton pada 2025, dari 24,4 juta ton pada 2024, menurut pernyataan Kementerian Energi setempat pada Senin.

Rusia dan Azerbaijan merupakan anggota OPEC+, aliansi yang terdiri dari negara-negara OPEC dan produsen minyak mitra. Sementara itu di Norwegia, pemerintah menyatakan akan menyampaikan dokumen kebijakan kepada parlemen tahun depan terkait masa depan industri minyak dan gas, termasuk akses perusahaan terhadap wilayah eksplorasi.

“Industri minyak dan gas sangat penting bagi Norwegia dan harus dikembangkan, bukan dihentikan,” ujar Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere dalam sebuah pidato.

Namun, bank investasi AS Goldman Sachs memperkirakan harga minyak berpotensi melemah tahun ini seiring bertambahnya pasokan baru yang dapat menciptakan surplus pasar. Meski demikian, risiko geopolitik yang melibatkan Rusia, Venezuela, dan Iran dinilai masih akan memicu volatilitas harga minyak.

Tekanan ke The Fed Jadi Perhatian Pasar

Dari Amerika Serikat, pemerintahan Trump kembali melancarkan kritik terhadap Federal Reserve (The Fed), yang menambah kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral.

Pemerintah AS mengancam akan menjerat Ketua The Fed Jerome Powell terkait kesaksiannya di Kongres mengenai proyek renovasi gedung, yang oleh Powell disebut sebagai “dalih” untuk memperbesar pengaruh terhadap kebijakan suku bunga. Sejak menjabat setahun lalu, Trump terus menekan Powell agar memangkas suku bunga secara agresif.

Suku bunga yang lebih rendah berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak karena biaya konsumsi menjadi lebih murah. Namun, kebijakan ini juga dinilai dapat menyulitkan bank sentral dalam merespons potensi lonjakan inflasi di masa depan.

Sebagai catatan, bank sentral menaikkan atau menurunkan suku bunga untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |