Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia (XAU/USD) menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan hari ini. Kenaikan ini didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah kembali memanasnya risiko geopolitik global. Secara teknikal dan fundamental, pergerakan emas saat ini berada dalam fase penguatan tren bullish.
Pada akhir pekan lalu, emas mempercepat pemulihannya meski kondisi perdagangan relatif sepi akibat libur Tahun Baru di Jepang dan China. Harga emas mencatat kenaikan harian sekitar 1,75 persen dan bergerak mendekati area USD 4.400, setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke kisaran USD 4.274 pada awal pekan.
Penguatan tersebut menandai kembalinya minat beli yang cukup agresif di pasar emas global. Tekanan jual yang sebelumnya mendominasi mulai mereda, membuka ruang bagi buyer untuk kembali menguasai pergerakan harga.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa dari sisi teknikal, kombinasi pola candlestick dan pergerakan indikator Moving Average saat ini mengindikasikan tren bullish yang semakin solid.
"Struktur harga menunjukkan dominasi pembeli masih terjaga, sehingga peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka dalam jangka pendek," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).
Eskalasi Konflik
Andy Nugraha memproyeksikan bahwa apabila tekanan bullish mampu dipertahankan, harga emas dunia berpeluang melanjutkan penguatan menuju area USD 4.466 sebagai target kenaikan terdekat. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Jika harga emas gagal melanjutkan reli dan tekanan jual kembali muncul, maka area USD 4.355 diperkirakan menjadi level support terdekat yang patut diperhatikan oleh investor dan trader.
Dari sisi fundamental, sentimen geopolitik kembali menjadi katalis utama penguatan emas. Pada awal sesi Asia, Senin (5/1/2025), harga emas tercatat naik hingga sekitar USD 4.370. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Langkah tersebut memicu kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin, yang secara historis mendorong permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas.
Kebijakan Moneter Federal Reserve
Ketegangan geopolitik diperkuat oleh pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan pengaruhnya di sektor minyak untuk mendorong perubahan politik di Venezuela. Kondisi ini semakin meningkatkan ketidakpastian global dan menopang daya tarik emas sebagai aset aman.
Selain faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve juga menjadi penopang harga emas dunia. Risalah FOMC terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih menilai penurunan suku bunga layak dilakukan seiring melandainya inflasi, meski terdapat perbedaan pandangan terkait waktu dan besaran pelonggaran.
Suku bunga yang lebih rendah berpotensi menekan dolar AS dan mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas. Ke depan, pasar akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS, khususnya Nonfarm Payrolls. Meski data kuat berpotensi menekan emas dalam jangka pendek, prospek logam mulia dinilai tetap positif di tengah kombinasi risiko geopolitik dan arah kebijakan The Fed.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/974271/original/091582500_1441161258-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721214/original/094318300_1705710833-fotor-ai-202401207334.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5212606/original/041158400_1746626137-IMG-20250507-WA0027.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2906415/original/064541800_1568085808-cpns.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1498179/original/060394100_1486356587-Gas7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4901655/original/030980600_1721959933-american-visa-document.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723194/original/070149500_1705922144-fotor-ai-20240122181453.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849793/original/011745700_1562754395-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464417/original/079872600_1767689371-1000199080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464569/original/016326300_1767694466-Bank_Raya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4604915/original/083466600_1696906952-20231010-Pro-Israel-AP-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5127193/original/066317800_1739160234-IMG-20250210-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464416/original/032381800_1767689341-IMG-20260106-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2670626/original/099453200_1547111682-20190110-Rupiah-Tetap-Berada-di-Zona-Hijau-Angga5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452072/original/033951800_1766384879-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463994/original/055314200_1767676033-WhatsApp_Image_2026-01-05_at_11.14.49.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4955089/original/071409800_1727476389-WhatsApp_Image_2024-09-27_at_15.34.11.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311627/original/093019500_1754889679-Gx3i8nUXYAAD3b8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349931/original/025810500_1757942394-AP25248772964198.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346232/original/026606500_1757582126-Depositphotos_196277020_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3584538/original/038922100_1632728900-Screenshot_20210927-135735_Zoom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345137/original/039546900_1757507069-men3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4856586/original/057210700_1717754530-WhatsApp_Image_2024-06-07_at_16.53.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172256/original/013600300_1664250498-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)