Harga Emas Antam Hari Ini, Cek Rinciannya Minggu 4 Januari 2026

1 day ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam hari ini, Minggu (4/1/2026) stabil. Sebelumnya, harga emas Antam turun sebesar Rp 16.000.

Harga emas Antam pada hari ini dipatok Rp 2.488.000 per gram, sama seperti harga kemarin.

Harga buyback emas Antam juga tak bergerak di level Rp 2.346.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.346.000 gram.

Untuk diketahui, rekor tertinggi harga emas Antam sebelumnya dicetak pada perdagangan Sabtu, 27 Desember 2025. Harga emas Antam di angka Rp 2.605.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam Rp 2.464.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Minggu (4/1/2026):

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.294.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.488.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp 4.916.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp 7.349.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp 12.215.000.
  • Harga emas 10 gram: Rp 24.375.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp 60.812.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp 121.545.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp 243.012.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp 607.265.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.214.320.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.428.600.000.

Harga Emas dan Harga Perak Kemarin

Kemarin, emas memulai sesi perdagangan perdana di 2026 dengan melanjutkan kenaikan besar yang diraih pada tahun 2025. Harga emas dunia melonjak karena ketegangan geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga AS membuat permintaan emas tetap tinggi.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (3/1/1/2026), harga emas di pasar spot stabil di USD 4.313,29 per ons, setelah sempat naik hingga USD 4.402,06 di awal sesi perdagangan. Sedangkan harga emas batangan mencapai rekor tertinggi yaitu di level USD 4.549,71 per ons pada 26 Desember, dan mencatat kenaikan 64% pada tahun 2025.

Kontrak harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup turun 0,3% ke level USD 4.329,6 per ons.

“Kita terus melihat pasar membicarakan tentang pemotongan suku bunga pada bulan Maret dan mungkin pemotongan lainnya di akhir tahun ini... kombinasi itu dengan pembicaraan signifikan tentang potensi risiko pasar akibat tarif dan utang AS yang berkelanjutan semuanya mendorong harga emas, perak, platinum, dan paladium naik,” kata Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, Bart Melek.

Pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed sebesar seperempat poin, sehingga emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor.

Emas, aset yang secara tradisional dianggap sebagai tempat berlindung yang aman, juga didukung oleh berita tentang kerusuhan di Iran dan belum adanya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina hingga saat ini, serta isu-isu seputar Gaza.

“Secara teknis, target harga naik berikutnya bagi para pelaku pasar yang optimistis terhadap kontrak berjangka emas Februari adalah mencapai penutupan di atas level resistensi yang kuat pada harga tertinggi kontrak/rekor di USD 4.584,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Di tempat lain, emas fisik diperdagangkan dengan harga premium di India dan China untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan.

Harga Perak

Harga perak di pasar spot naik 0,7% menjadi USD 71,77/oz, setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di USD 83,62 pada hari Senin. Platinum melonjak 3,5% menjadi USD 2.125,80 per oz, setelah naik ke titik tertinggi sepanjang masa di USD 2.478,50, juga pada hari Senin.

Kedua logam tersebut mengungguli emas pada tahun 2025, dengan perak naik lebih dari 147%, didorong oleh penetapannya sebagai mineral penting AS, kekurangan pasokan, dan persediaan yang rendah ketika permintaan industri dan investasi kuat. Platinum naik 127% tahun lalu.

Palladium naik hampir 2% menjadi USD 1.636,43 per ons, setelah menutup tahun sebelumnya dengan kenaikan 76%, kenaikan terbesar dalam 15 tahun terakhir.

Menyusul reli akhir tahun, semua logam mulia diperkirakan akan mencatat kerugian mingguan. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |