Harga Emas Antam Hari Ini 19 Januari 2026 Cetak Rekor Tertinggi Lagi

6 days ago 30

Liputan6.com, Jakarta -  Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam hari ini, Senin (18/1/2026) mencetak rekor tertinggi baru. Harga emas Antam hari ini meroket Rp 40.000 menjadi Rp 2.703.000.

Sedangkan pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam ditetapkan Rp 2.663.000 per gram. 

Untuk harga buyback emas Antam naik Rp 36.000 menjadi Rp 2.545.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.545.000 gram.

Untuk diketahui sebelumnya rekor tertinggi harga emas Antam dicetak pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. Harga emas Antam di angka Rp 2.675.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam Rp 2.521.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam Senin, 19 Januari 2026 untuk pengambilan di gedung Antam:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.401.500.
  • ⁠Harga emas 1 gram: Rp 2.703.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.356.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.016.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.330.000.
  • Harga emas 10 gram: Rp 26.580.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp 66.285.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp 132.405.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp 264.660.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp 661.340.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.322.400.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.643.600.000.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, ketegangan geopolitik global yang diikuti gejolak domestik mendorong harga emas menembus rekor tertinggi pekan lalu, seiring volatilitas yang kembali menguat di pasar logam mulia.

Melansir Kitco News, Senin (19/1/2026), harga emas spot mengawali pekan di level USD 4.529,89 per ons. Setelah kabar gugatan Departemen Kehakiman AS terhadap Federal Reserve merebak, harga emas melonjak tajam dan mencapai puncak USD 4.591,53 pada Minggu malam sekitar pukul 19.30. 

Harga emas spot diperdagangkan sedikit di bawah USD 4.600 per ons. Setelah sempat terkoreksi ke area support penting di sekitar USD 4.582, pasar AS dibuka dengan sentimen baru terkait langkah pemerintahan Trump yang menyerang The Fed.

Volatilitas tinggi terlihat sejak awal perdagangan. Harga emas spot sempat menembus USD 4.600 dan menyentuh level tertinggi harian di kisaran USD 4.616. Namun, harga kemudian turun tajam ke sekitar USD 4.586 menjelang pembukaan bursa saham, sebelum kembali menguat hingga USD 4.630.

Prediksi Emas Pekan Ini

Survei Emas Mingguan Kitco News terbaru menunjukkan pandangan analis Wall Street masih terbelah terkait arah harga emas dalam jangka pendek. Sementara itu, investor ritel justru semakin menguatkan pandangan mayoritas yang masih optimistis terhadap prospek emas.

Adam Button, kepala strategi mata uang di Forexlive.com, menilai prospek emas cenderung melemah. Menurutnya, komentar terbaru mengenai Kevin Hassett menegaskan meningkatnya taruhan terhadap independensi Federal Reserve. 

Ia juga menilai keputusan Mahkamah Agung terkait tarif berpotensi berlawanan dengan kehendak Presiden. Button menekankan bahwa hingga ada kejelasan soal kebijakan tarif dan posisi Ketua The Fed, investor sebaiknya bersikap menunggu di pasar logam mulia.

“Naik. Aturan Pasar Newsom 1, jangan melawan tren, dan trennya adalah naik,” kata analis pasar senior di Barchart.com, Darin Newsom. 

Momentum Positif untuk Emas

Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day juga memiliki pandangan yang sama. Menurut dia, ada momentum positif ada pada emas karena investor yang sebelumnya berada di luar pasar memutuskan untuk ikut serta. 

“Secara fundamental, faktor-faktor yang telah mendorong harga emas tetap ada. Beberapa hal spesifik mungkin akan berubah-ubah, tetapi trennya tetap naik untuk dunia yang sarat utang dan tidak stabil,” tuturnya.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, menilai harga berpotensi terkoreksi, terutama dipicu aksi ambil untung di pasar perak. Meski demikian, ia melihat peluang pembelian baru pada emas relatif terhadap perak setelah rasio keduanya menyentuh level 50, sekitar 30% di bawah rata-rata 25 tahun.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |