Efek Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Rupiah Langsung Melempem

1 day ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, menilai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat Donal Trump, mendorong mata uang rupiah melemah dilevel Rp 16.740 pada penutupan perdagangan sore ini, Senin (5/1/2026).

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 15 point sebelumnya sempat melemah 35 point dilevel Rp 16.740 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.725," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Ibrahim menjelaskan, bahwa pejabat AS mengkonfirmasi bahwa Maduro telah ditahan selama penggerebekan akhir pekan di Caracas dan diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan kriminal yang telah lama ada.

"Operasi tersebut menandai intervensi AS paling langsung di Venezuela dalam beberapa dekade dan memicu kecaman dari beberapa negara, sementara investor menilai implikasinya terhadap pasar energi dan stabilitas regional," ujarnya.

Bahkan, Presiden Donald Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penangkapan Maduro adalah "langkah menentukan" terhadap apa yang ia gambarkan sebagai rezim kriminal, menambahkan bahwa AS akan memastikan "transisi yang aman dan tertib" di Venezuela.

Kemudian, Trump mengancam akan mengambil tindakan terhadap negara-negara lain yang bertentangan dengan kebijakan AS, termasuk Kolombia dan Iran. Ia juga mengulangi seruannya untuk pengambilalihan Greenland oleh AS.

Aksi Militer

Disisi lain, aksi militer ditambah dengan komentar Trump, meningkatkan ketidakpastian atas geopolitik global. Para analis juga memperingatkan bahwa tindakan Washington dapat menjadi preseden bagi negara-negara adidaya global lainnya, khususnya Tiongkok dan Rusia.

"Selain itu, rencana Beijing untuk langkah-langkah stimulus tambahan yang bertujuan untuk meningkatkan pengeluaran konsumen," ujarnya.

Pemerintah mengumumkan program senilai 62,5 miliar yuan (USD8,94 miliar) untuk memperpanjang subsidi barang elektronik konsumen dan barang lainnya pada akhir Desember.

Faktor Internal Pengaruhi Pelemahan Rupiah

Di dalam negeri yang mempengaruhi pelemahan rupiah yakni pengumuman, Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus USD 2,66 miliar per November 2025.

"Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Realisasi tersebut lebih tinggi dari realisasi neraca dagang bulan sebelumnya atau Oktober 2025 senilai USD 2,39 miliar," ujarnya.

Selain itu, Indonesia mencatatkan ekspor November 2025 mencapai USD 22,52 miliar atau turun 6,6% dibandingkan November 2024 (year on year/YoY). Penurunan ekspor disebabkan oleh penurunan ekspor nonmigas yaitu pada bahan bakar mineral, lemak nabati, hingga besi/baja.

Adapun, nilai impor November 2025 mencapai USD 19,86 miliar atau turun 0,46% dibandingkan November 2024 (year on year/yoy). Neraca perdagangan barang tercatat surplus sebesar USD 2,66 miliar. Neraca perdagangan Indonesia dengan ini telah mencatat surplus selama 67 bulan berturut turut sejak Mei 2020.

"Surplus Dagang RI 2026 Terancam Menyempit Surplus pada November 2025 lebih ditopang pada surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar USD 4,64 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utama lemak dan minyak hewani nabati, kemudian bahan bakar mineral, serta besi dan baja," pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |