Bulog Siapkan Strategi Penugasan Lebih Besar 2026, Target Serap 4 Juta Ton Beras

7 hours ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog menggelar Rapat Kerja Nasional Seluruh Indonesia (Rakernas Selindo) bertajuk “Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026". Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi nasional untuk menyiapkan strategi menjalankan penugasan yang lebih besar pada 2026.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, Rakernas Selindo 2026 memiliki arti penting dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia pasca capaian swasembada pangan nasional pada 2025.

“Rakernas Selindo ini menjadi momentum konsolidasi nasional bagi Bulog untuk menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia pasca capaian swasembada pangan nasional tahun 2025. Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, hingga para petani di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).

Ia menekankan, capaian swasembada pangan tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor yang selama ini terbangun secara solid.

Target Penyerapan Beras

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran internal Bulog serta para mitra strategis yang telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan Bulog dari pusat hingga daerah, serta para mitra strategis yang telah bekerja bersama menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional. Bulog tidak bekerja sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem kolaboratif yang kuat,” tegasnya.

Rakernas Selindo 2026 secara khusus membahas target pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2026. Bulog menargetkan penyerapan beras sebesar 4 juta ton, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 3 juta ton.

Selain beras, Bulog juga menargetkan penyerapan jagung sebesar 1 juta ton, kedelai 70 ribu ton, serta penyaluran minyak goreng sebanyak 720 ribu kiloliter. Penyaluran minyak goreng tersebut akan dilakukan bersama ID FOOD dan Agrinas Palma untuk menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dengan harga terjangkau.

SPHP

Di sisi penyaluran, Bulog merumuskan strategi penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,5 juta ton yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang 2026. Selain itu, ditetapkan pula target penyaluran SPHP jagung sebesar 500 ribu ton dan bantuan pangan selama empat bulan.

BULOG juga menargetkan penjualan beras premium dan medium ke pasar umum sebesar 2,5 juta ton, serta membuka peluang ekspor beras premium hingga 1 juta ton dengan tetap menjaga kecukupan stok nasional.

Untuk menjaga kualitas pengadaan, Bulog menegaskan kebijakan penyerapan gabah dengan prinsip any quality disertai persyaratan usia panen optimal. Harga Pembelian Gabah (HPP) tetap dipedomani sebesar Rp 6.500 per kilogram Gabah Kering Panen (GKP), serta diperkuat dengan transformasi pembayaran hasil panen petani secara digital melalui sinergi dengan perbankan Himbara.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |