30 Ribu Hektare Tambak Rusak di Aceh, Tiga Menteri Prabowo Turun Tangan

19 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mendapati ada 30 ribu hektare (ha) tambak yang rusak diterjang banjir di Provinsi Aceh. Tidak sedikit tambak yang rusak sangat parah.

Tiga menteri Kabinet Merah Putih turut meninjau langsung lokasi tambak tersebut. Selain Menko Zulkifli Hasan, ada Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Perdagangan Budi Santoso.

“Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare,” ungkap Zulkifli saat meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mengutip keterangan resmi, Sabtu (10/1/2026).

Sementara itu, Trenggono ikut merinci tambak yang mengalami kerusakan imbas banjir terjadi di 16 kabupaten/kota di Aceh. Kabupaten Aceh Utara menjadi yang paling terdampak dengan luasan lebih dari 10 ribu hektare disusul Kabupaten Bireun (4,9 ribu hektare) dan Aceh Tamiang (3,4 ribu hektare).

Tambak-tambak rusak berada di wilayah daratan dan juga pesisir dengan komoditas yang dikembangkan seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, serta patin.

“Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat” ungkap Trenggono.

Revitalisasi Tambak-Sawah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyiapkan revitalisasi tambak hingga sawah yang rusak terdampak banjir di Provinsi Aceh. Hal ini jadi prioritas pemerintah dalam penanganan pascabencana.

Zulkifli meninjau beberapa titik di Aceh, seperti lokasi terdampak banjir di Desa Buangan, Kecamatan Merah Dua, Aceh.

"Pemulihan sektor pangan menjadi prioritas, termasuk revitalisasi sawah terdampak bencana melalui perbaikan irigasi dan pembersihan endapan lumpur," kata Zulkifli dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (10/1/2026).

Langkah Pemerintah

Peninjauan difokuskan pada percepatan revitalisasi tambak udang dan bandeng yang terdampak banjir. Data yang dikumpulkannya, total lahan tambak terdampak mencapai lebih dari 30.000 hektare, dengan berbagai tingkat kerusakan.

Selain itu, Zulkifli bakal memperjuangkan penyaluran jaminan hidup (jadup) bagi warga terdampak untuk menjaga keberlangsungan hidup selama masa pemulihan, serta mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Menko Zulkifli bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Perdagangan Budi Santoso juga meninjau rehabilitasi pasar serta posko bencana banjir di Pidie Jaya. Pada kesempatan tersebut, Kementerian Perdagangan melalui program Kemendag Peduli menyalurkan total bantuan senilai Rp 450 juta bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh.

Harapan Warga

Petambak yang terdampak berharap adanya bantuan pemerintah untuk pemulihan sarana pendapatannya. Salah satunya disampaikan Aliyudin.

Dia berharap pemerintah dapat segera membantu merevitalisasi lahan tambak milik warga. Adapun, pemerintah saat ini tengah mengkaji berbagai bentuk bantuan, mulai dari perbaikan infrastruktur tambak, penyediaan sarana produksi, hingga dukungan benih dan pakan untuk mendorong masyarakat pesisir kembali berdaya.

“Saya ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah. Kami juga berharap agar tambak kami bisa segera diperbaiki agar bisa kembali berproduksi,” ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |