Wamenkeu Juda: Aset ETF Emas Global Tembus Rp 9.949 Triliun

11 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyebut aset kelolaan atau asset under management (AUM) ETF berbasis emas secara global mencapai US$ 559 miliar atau Rp 9.949 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.800) pada 2025. Nilai tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap instrumen investasi berbasis emas.

Juda mengatakan, ETF emas global tersebut memiliki kepemilikan emas mencapai 4.025 ton. Dia menuturkan, perkembangan tersebut mencerminkan semakin pentingnya ETF emas dalam ekosistem investasi global.

"Pada 2025, aset kelolaan ETF emas global mencapai US$ 559 miliar dengan kepemilikan emas mencapai 4.025 ton,” kata Juda dalam peluncuran ETF emas di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8/2026).

Juda menilai, peluncuran ETF emas di Indonesia tidak sekadar menambah produk investasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperdalam pasar modal nasional.

“Yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk, kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita,” ujarnya.

Dia mengatakan, pasar modal memiliki peran strategis karena kebutuhan investasi Indonesia jauh lebih besar dibandingkan kemampuan pembiayaan APBN. Dalam APBN 2027, kebutuhan investasi Indonesia diperkirakan mencapai Rp 8.705 triliun, sedangkan APBN hanya mampu menjangkau sekitar Rp 459 triliun.

Sementara itu, sekitar Rp 7.973 triliun atau 91% kebutuhan investasi tersebut diharapkan berasal dari pembiayaan swasta, termasuk melalui pasar modal.

Juda mengatakan ETF emas juga dapat menghubungkan ekosistem bulion dengan pasar modal. Pemerintah sebelumnya telah mengembangkan kegiatan usaha bulion atau bank emas sejak 2023.

Namun, Juda menekankan pengembangan ETF emas harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas pasar. Investor harus memiliki kepastian mengenai keberadaan, penyimpanan, valuasi, serta tata kelola emas yang menjadi aset dasar ETF.

“Pasar hanya dapat bekerja bila ada trust. Trust adalah faktor paling fundamental di pasar keuangan,” katanya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |