Terungkap, Kelompok Usia Produktif Makin Melek Literasi Keuangan

5 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Indeks literasi keuangan nasional meningkat pada 2026. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan mencapai 69,53%, naik 2,3 poin persentase dibandingkan 2025 sebesar 66,64%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap keuangan. Capaian itu sekaligus menjadi pijakan bagi OJK untuk memperkuat program edukasi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.

“Pendekatan edukasi tentu saja tidak bisa bersifat one size fits all. Kita membutuhkan life cycle approach terhadap literasi keuangan,” kata Friderica dalam pemaparan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, di Kantor Badan Pusat Statistik, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan hasil SNLIK 2026, kelompok usia produktif 26-35 tahun mencatat tingkat literasi keuangan tertinggi sebesar 78,7%. Capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya pemahaman keuangan pada kelompok masyarakat yang berada dalam fase aktif bekerja dan mengelola kebutuhan finansial.

OJK juga melihat peluang besar untuk terus meningkatkan literasi pada generasi muda dan kelompok usia lanjut. Friderica mengatakan edukasi bagi generasi muda perlu diberikan sejak dini agar mereka memiliki bekal sebelum menggunakan berbagai produk keuangan.

Sementara bagi kelompok usia lanjut, edukasi akan diarahkan dengan pendekatan yang lebih sederhana, aman, dan sesuai kebutuhan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan layanan keuangan digital.

“Untuk generasi muda, intervensi harus dilakukan sebelum mereka menjadi pengguna aktif produk keuangan. Sementara untuk kelompok usia lanjut, pendekatannya harus semakin sederhana, aman, dan relevan dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Peningkatan literasi tersebut tercermin dalam hasil SNLIK 2026. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,53%, meningkat 2,3 poin persentase dari 66,64% pada 2025.

Artinya, sekitar 70 dari 100 penduduk Indonesia berusia 15-79 tahun telah memenuhi kriteria well-literate. Indeks tersebut dibentuk dari lima aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku keuangan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |