Strategi Jaga Harga Pangan Impor Ala Mendag Budi

9 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan strategi untuk menjaga stabilitas harga pangan impor di tengah potensi kenaikan biaya logistik global. Ia mencontohkan komoditas bawang putih yang diimpor dari China.

Budi mengatakan, pemerintah mengatur ritme impor agar tidak memicu lonjakan harga dari negara pemasok.

“Kalau kita tiba-tiba ambil banyak, harga bisa naik karena permintaan melonjak. Supplier juga pasti akan menyesuaikan harga,” ujar Budi di Pasar Minggu, Sabtu (27/3/2026).

Karena itu, pemerintah menerapkan strategi impor bertahap sesuai kebutuhan dalam negeri. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menahan gejolak harga, baik di tingkat global maupun domestik.

Ia menjelaskan, selama kondisi logistik dari negara asal masih aman, pasokan bawang putih relatif tidak menghadapi kendala. 

“Impor dilakukan pelan-pelan, menyesuaikan kebutuhan dalam negeri, sehingga harga tetap stabil,” ujar dia.

Selain itu, Budi Santoso mengungkapkan, penyebab kenaikan harga cabai rawit merah karena faktor cuaca. Kondisi cuaca menghambat proses panen di tingkat petani.

Budi mengatakan, pemerintah telah berkomunikasi dengan asosiasi petani untuk mengidentifikasi akar permasalahan itu. Hasilnya menunjukkan bahwa curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi kendala utama dalam proses panen.

"Ya jadi problemnya kami sudah komunikasi dengan asosiasi petaninya, problemnya memang cuaca, jadi salah satunya memanennya itu kan tidak bisa terus, artinya ketika hujan berhari-hari kan pasti nggak bisa memanen. Itu memang yang cabai, cabai rawit merah,” ujar dia usai peninjauan di Pasar Minggu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Untuk jenis cabai lainnya, situasi harga dan pasokan masih dalam kondisi normal.

Ia mencontohkan, harga cabai merah keriting panjang masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan HET sebesar Rp55.000 per kilogram, komoditas tersebut saat ini dijual sekitar Rp50.000 per kilogram.

"Artinya, harga masih stabil dan dalam kondisi baik. Jadi secara umum tidak ada masalah, hanya cabai rawit merah yang terdampak,” kata dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |