Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 15.000, Cek Daftar Lengkap Pecahannya!

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Selasa (7/7/2026) turun sebesar Rp 15.000. Laman Logam Mulia mencatat harga emas Antam hari ini turun menjadi Rp 2.655.000 per gram, setelah pada perdagangan kemarin dilego di angka Rp 2.670.000 per gram.

Penurunan ini juga diikuti oleh harga buyback (beli kembali) emas Antam yang merosot Rp 15.000, sehingga hari ini dipatok di level Rp 2.414.000 per gram. Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga yang berlaku jika pemilik emas ingin menjual kembali logam mulianya kepada Antam.

Sebagai catatan historis, harga emas antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, yakni menembus Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback di level Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber langsung dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sehingga data yang disajikan memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi masyarakat.

Berikut adalah daftar harga emas Antam terbaru berdasarkan lokasi Butik Emas LM Graha Dipta, Pulo Gadung:

  • Emas 0,5 gram: Rp 1.377.500
  • Emas 1 gram: Rp 2.655.000
  • Emas 2 gram: Rp 5.250.000
  • Emas 3 gram: Rp 7.850.000
  • Emas 5 gram: Rp 13.050.000
  • Emas 10 gram: Rp 26.045.000
  • Emas 25 gram: Rp 64.987.000
  • Emas 50 gram: Rp 129.895.000
  • Emas 100 gram: Rp 259.712.000
  • Emas 250 gram: Rp 649.015.000
  • Emas 500 gram: Rp 1.297.820.000
  • Emas 1.000 gram: Rp 2.595.600.000.

Harga Emas Dunia Turun usai Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan

Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Senin setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang menekan pergerakan logam mulia.

Pelemahan harga emas masih terbatas karena pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC, Selasa (7/7/2026), harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.159,99 per ounce. Sebelumnya, logam mulia ini sempat mencatat level tertinggi sejak 22 Juni.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus naik 1% menjadi US$ 4.167,50 per ounce.

"Indeks dolar AS sedikit lebih tinggi hari ini dan itu menjadi faktor bearish harian bagi emas," kata analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

Kenaikan nilai tukar dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, permintaan terhadap logam mulia cenderung melemah sehingga memberikan tekanan pada harga.

Suku Bunga The Fed

Meski begitu, pelemahan harga emas tidak berlangsung terlalu dalam. Pasalnya, data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni melambat cukup signifikan. Selain itu, jumlah pekerja pada dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah.

Data tersebut membuat pelaku pasar mulai mengurangi keyakinan bahwa The Fed akan segera kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika suku bunga naik, daya tarik emas biasanya berkurang karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.

Fokus investor kini beralih ke risalah rapat kebijakan moneter terakhir The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu. Dokumen tersebut diyakini dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS dalam beberapa bulan mendatang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |