Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikyansah, mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global sepanjang 2025. Namun, tekanan rupiah yang masih terjadi juga menjadi perhatian DPR.
Menurut Charles, sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan kondisi yang cukup baik, mulai dari inflasi yang tetap berada dalam target 2,5% dan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%, hingga sistem keuangan yang dinilai stabil.
"Ini tentu capaian yang diinginkan oleh kita semua dan harus terus dijaga oleh Bank Indonesia,” ujar Charles dalam rapat bersama Bank Indonesia di Komisi XI DPR RI, Senin (18/5/2026).
Ia juga menyoroti peningkatan cadangan devisa dan perkembangan digitalisasi sistem pembayaran yang dinilai berjalan positif. Menurut dia, kebijakan Bank Indonesia yang mengedepankan stabilitas sekaligus pertumbuhan ekonomi sudah sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.
Meski demikian, Charles mengingatkan adanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang belakangan terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Ia menyinggung kurs rupiah yang telah berada di kisaran 17.600 per USD dan meminta penjelasan terkait indikator “stabilitas rupiah” yang digunakan Bank Indonesia.
"BI menyatakan stabilitas rupiah tetap terjaga. Tetapi faktanya rupiah sudah melemah cukup dalam. Pertanyaannya, apakah ini masih dianggap normal atau sudah masuk tekanan fundamental?” katanya.
Charles juga menyoroti posisi cadangan devisa Indonesia yang disebut mencapai USD 146,2 miliar. Menurut dia, besarnya cadangan devisa memang menjadi bantalan penting untuk menjaga stabilitas rupiah, namun ia meminta Bank Indonesia menjelaskan ketahanan devisa apabila tekanan terhadap rupiah terus berlanjut.
"Dalam tiga bulan terakhir trennya terus turun. Jangan sampai devisa terus terkikis karena intervensi dilakukan terus-menerus,” ujarnya.
Potensi Capital Outflow
Selain itu, ia meminta penjelasan terkait potensi capital outflow yang dinilai perlu diwaspadai di tengah ketidakpastian global. Charles mempertanyakan besaran arus modal keluar yang sedang terjadi serta langkah antisipasi yang telah disiapkan Bank Indonesia apabila tekanan pasar semakin besar.
“Kami yakin BI terus berupaya menjaga nilai rupiah. Tapi kami juga ingin tahu skenario terburuk yang sudah disiapkan apabila tekanan terus berlanjut,” kata dia.
Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah, Pasar Cemas Konflik AS-Iran Memanas
Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi ini. Mata uang Garuda turun 33 poin atau sekitar 0,19 persen menjadi Rp 17.630 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.597 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipicu sentimen global yang kembali memburuk seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pasar merespons negatif hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dinilai belum memberikan solusi konkret terkait konflik AS-Iran.
“Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global pada hari Jumat (15/5), dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua aset, termasuk obligasi, saham, crypto, dan mata uang oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran,” ujar Lukman dikutip dari Antara, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, investor cenderung mengalihkan dana ke aset aman setelah muncul kekhawatiran konflik Timur Tengah dapat berkepanjangan dan mengganggu stabilitas ekonomi global.
Dalam pertemuan tersebut, China disebut mendorong agar Selat Hormuz segera dibuka kembali dengan tetap mempertahankan gencatan senjata di kawasan.
Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan bahwa Beijing terus berupaya mendorong perdamaian dan memfasilitasi proses perundingan demi meredakan konflik di Timur Tengah.
China juga menegaskan komitmennya untuk terus memainkan peran dalam memulihkan stabilitas kawasan yang menjadi jalur penting perdagangan dan distribusi energi dunia.
Meski demikian, situasi diplomatik masih dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut upaya mediasi yang dipimpin Pakistan bersama AS belum menemui jalan keluar.
Menurut Araghchi, proses negosiasi menghadapi “jalan yang sangat sulit” karena masih adanya ketidakpercayaan Iran terhadap Washington serta pesan-pesan AS yang dianggap kontradiktif.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen pada jalur diplomasi meskipun situasi gencatan senjata disebut masih “goyah” setelah konflik terbaru yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump juga mengaku belum yakin kesepakatan antara AS dan Iran bisa segera tercapai. Negosiasi terkait program nuklir Iran dan konflik kawasan disebut masih berlangsung tanpa titik terang.
Prediksi Rupiah Hari Ini
Ketidakpastian geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini semakin menekan sentimen pasar keuangan global, termasuk terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Lukman Leong menilai, meski AS dan China telah menyepakati sejumlah kerja sama dalam pertemuan bilateral mereka, perhatian pasar saat ini lebih tertuju pada risiko lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.
“Kedua negara dan dunia menginginkan perang berakhir, namun sepertinya sulit bagi Iran melepas ambisi nuklir mereka, sehingga dalam pertemuan Xi dan Trump lebih banyak membahas hubungan kedua negara,” kata Lukman.
Kenaikan harga minyak dinilai dapat memicu tekanan inflasi global dan memperburuk prospek ekonomi dunia apabila konflik terus bereskalasi.
Selain itu, investor juga masih menunggu keputusan lanjutan dari pemerintahan AS terkait kemungkinan kelanjutan serangan terhadap Iran. Sejumlah laporan media menyebut Trump diperkirakan segera menentukan langkah berikutnya dalam beberapa jam mendatang.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 17.550 hingga Rp 17.650 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523350/original/002152400_1772803865-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6208699/original/071776000_1779087076-Badan_Pengelola_Aset__BPA__Kejaksaaan_melakukan_lelang_terhadap_barang_mewah-18_Mei_2026d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3545721/original/010981800_1629425276-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3074157/original/083552400_1583926232-20200311-SPT-2020-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6111359/original/070907000_1778996718-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081368/original/035536900_1657165361-Gaya_David_Beckham_saat_Nonton_Tenis_Wimbledon_2022-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6056861/original/033035500_1778945654-LPG_3_kg-16_Mei_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2808006/original/045550500_1558064206-bungo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4955210/original/084692100_1727494685-82edf2ca-5bb6-416f-821b-6a8cf9dcabef.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316997/original/082056800_1755262560-WhatsApp_Image_2025-08-14_at_3.23.11_PM__2_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534516/original/032481400_1773830288-6_25_juta_orang_berangkat_mudik_menggunakan_angkutan_umum-18_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484480/original/028747100_1769432326-Foto_1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484428/original/077512500_1769425772-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_18.02.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495045/original/053747100_1770352755-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5254213/original/026298400_1750079066-lonely-accident-patients-injury-woman-bed-patients-hospital-want-go-home-medical-concept.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4925957/original/089453700_1724395576-IMG-20240823-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302650/original/091477400_1754031642-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_13.28.29_9768a660.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436477/original/058129400_1765175272-Menteri_Perhubungan_Dudy_Purwagandhi-8_Desember_2025a.jpg)