Liputan6.com, Jakarta - Kurs dolar AS di bank-bank besar nasional masih bertahan tinggi pada awal pekan, mencerminkan tekanan yang masih membayangi nilai tukar rupiah. Sejumlah bank besar masih mematok kurs jual dolar AS di kisaran Rp 17.670-an per dolar AS pada Senin (18/5/2026).
Berdasarkan data terbaru, Bank Central Asia menetapkan kurs beli Rp 17.653 dan kurs jual Rp 17.673 per dolar AS. Sementara itu, Bank Mandiri membanderol kurs beli Rp 17.655 dan kurs jual Rp 17.675 per dolar AS.
Adapun Bank Rakyat Indonesia mencatat kurs beli Rp 17.655 dan kurs jual Rp 17.683 per dolar AS. Sedangkan Bank Negara Indonesia mematok kurs beli Rp 17.645 dan kurs jual Rp 17.675 per dolar AS.
Tingginya kurs dolar di perbankan sejalan dengan proyeksi pelemahan rupiah di pasar spot. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah kembali tertekan pada perdagangan Senin (18/5/2026).
Menurut Ibrahim, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 17.590 hingga Rp 17.660 per dolar AS seiring masih kuatnya tekanan global terhadap mata uang emerging market, termasuk Indonesia.
“Rupiah hari ini kemungkinan melemah dengan range Rp 17.590-Rp 17.660,” ujar Ibrahim kepada Liputan6.com.
Rupiah Hari Ini 18 Mei 2026 Sentuh 17.630 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin pagi, (18/5/2026) dibuka tertekan. Analis prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung lesu pada perdagangan awal pekan ini yang dipicu sentimen global.
Nilai tukar rupiah turun 33 poin atau 0,19 persen menjadi 17.630 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.597 per dolar AS. Demikian mengutip Antara, Senin pekan ini.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini Senin, 18 Mei 2026. Menurut Ibrahim, rupiah diperkirakan berada dalam rentang Rp 17.590 hingga Rp 17.660 per dolar AS seiring masih tingginya tekanan eksternal terhadap mata uang emerging market, termasuk Indonesia.
"Rupiah (Senin 18 Mei 2026) melemah kemungkinan rangenya Rp 17.590-17.660," kata Ibrahim kepada Liputan6.com.
Adapun tekanan terhadap rupiah sebelumnya juga terlihat pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026, ketika mata uang Garuda sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS. Berdasarkan data Google Finance, rupiah bahkan sempat berada di posisi Rp17.612 per dolar AS sebelum bergerak di kisaran Rp17.579 per dolar AS pada Jumat pagi.
Rupiah Sentuh 17.612 per USD, Siapa Untung Siapa Buntung?
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga sempat menyentuh level Rp 17.612 per dolar AS. Kondisi tersebut ternyata memberikan dampak berbeda bagi dunia usaha di Indonesia.
Sejumlah sektor usaha berbasis ekspor diperkirakan mendapat keuntungan dari pelemahan rupiah. Namun di sisi lain, industri yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin besar.
Analis pasar uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengatakan pelemahan rupiah justru bisa menjadi sentimen positif bagi perusahaan berorientasi ekspor.
“(Pelemahan rupiah) harusnya bagus ya buat eksportir, barang Indonesia semakin murah, untuk investor pasar ekspor harusnya masih menarik,” kata Ariston kepada Liputan6.com, Jumat (15/5/2026).
Menurut dia, beberapa sektor unggulan ekspor Indonesia berpotensi menikmati keuntungan lebih besar, seperti perkebunan dan pertambangan.
Komoditas crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah serta batu bara disebut menjadi sektor yang paling diuntungkan karena banyak diperdagangkan menggunakan dolar AS.
Ariston menilai perusahaan yang menjual produk berbasis dolar AS tetapi menggunakan biaya produksi dalam rupiah berpotensi memperoleh margin keuntungan lebih besar.
Industri Berbasis Impor Tertekan
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Kamdani, mengatakan pelemahan rupiah mulai menekan perusahaan yang masih bergantung pada bahan baku impor.
“Saat ini, sekitar 70% bahan baku manufaktur berasal dari impor, dengan kontribusi bahan baku mencapai sekitar 55% dalam struktur biaya produksi. Dengan demikian, setiap depresiasi rupiah akan langsung tercermin dalam peningkatan biaya input dalam rupiah,” ujar Shinta.
Menurut dia, sektor yang paling terdampak antara lain industri petrokimia, plastik, makanan dan minuman, farmasi, hingga manufaktur berbasis energi.
Kenaikan biaya impor tersebut dinilai dapat mempersempit margin usaha dan menekan arus kas perusahaan jika pelemahan rupiah berlangsung berkepanjangan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523350/original/002152400_1772803865-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6208699/original/071776000_1779087076-Badan_Pengelola_Aset__BPA__Kejaksaaan_melakukan_lelang_terhadap_barang_mewah-18_Mei_2026d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3545721/original/010981800_1629425276-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3074157/original/083552400_1583926232-20200311-SPT-2020-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6111359/original/070907000_1778996718-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081368/original/035536900_1657165361-Gaya_David_Beckham_saat_Nonton_Tenis_Wimbledon_2022-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6056861/original/033035500_1778945654-LPG_3_kg-16_Mei_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2808006/original/045550500_1558064206-bungo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4955210/original/084692100_1727494685-82edf2ca-5bb6-416f-821b-6a8cf9dcabef.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316997/original/082056800_1755262560-WhatsApp_Image_2025-08-14_at_3.23.11_PM__2_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534516/original/032481400_1773830288-6_25_juta_orang_berangkat_mudik_menggunakan_angkutan_umum-18_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484480/original/028747100_1769432326-Foto_1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484428/original/077512500_1769425772-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_18.02.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495045/original/053747100_1770352755-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5254213/original/026298400_1750079066-lonely-accident-patients-injury-woman-bed-patients-hospital-want-go-home-medical-concept.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4925957/original/089453700_1724395576-IMG-20240823-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302650/original/091477400_1754031642-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_13.28.29_9768a660.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436477/original/058129400_1765175272-Menteri_Perhubungan_Dudy_Purwagandhi-8_Desember_2025a.jpg)