KAI Siapkan Dua Jalur Khusus Demi Kembalikan KRL ke Gambir

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengembalikan akses KRL Commuter Line di Stasiun Gambir. Langkah ini dilakukan dengan membangun dua jalur khusus (dedicated track) bagi lalu lintas kereta urban tersebut.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan bahwa penambahan jalur itu sejalan dengan rencana pemugaran besar-besaran Stasiun Gambir ke depannya. Renovasi ini ditargetkan memakan waktu selama dua tahun.

"Tahun 2028 renovasi dari Gambir ini rampung. Nanti kita akan tambahkan dua jalur lagi, dedicated untuk commuter line," ujar Bobby kepada media dalam perjalanan KA Wisata rute Yogyakarta–Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Dengan adanya proyek ini, Stasiun Gambir akan memiliki jalur terpisah yang khusus melayani Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) maupun KRL Commuter Line. Menurut Bobby, integrasi ini sekaligus membuka akses langsung yang lebih mudah bagi pengguna transportasi umum untuk masuk ke area Monumen Nasional (Monas).

Selain itu, proyek pemugaran senilai Rp 1 triliun ini juga akan dihubungkan dengan stasiun MRT Jakarta di sisi barat Monas melalui pembangunan terowongan bawah tanah (tunnel).

"Satu lagi, nanti kita akan interkoneksikan New Gambir ini dengan MRT yang ada di Monas. Itu ada tunnel-nya," kata Bobby.

Alasan Layanan KRL Sempat Disetop di Gambir

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sarana KAI, Heru Kuswanto, menjelaskan latar belakang mengapa akses KRL di Stasiun Gambir sempat ditutup beberapa tahun lalu. Menurutnya, kebijakan itu terpaksa diambil karena kondisi peron dan lalu lintas penumpang yang belum tertata.

"Saya itu saksi hidup. Dulu KRL itu berhenti di Gambir, tapi sangat crowded (padat). Karena dua layanan, yaitu commuter line dan intercity (jarak jauh), dilayani di platform yang sama," ungkap Heru.

Kondisi peron yang bercampur saat itu memungkinkan pengguna KRL menyusup masuk ke area KAJJ dalam satu peron yang terhubung.

"Makanya waktu itu kita hentikan layanan commuter line di Gambir karena platform-nya tidak memungkinkan. Sampai kapan disetop? Ya, sampai diciptakannya dedicated track untuk commuter line ini," tuturnya.

KAI Siapkan Dana Mandiri Rp 1 Triliun

Dalam rencana pemugaran kawasan Stasiun Gambir dua tahun ke depan, KAI akan menyulap stasiun ini menjadi semacam teras megah yang menghadap langsung ke Monas. Bobby menyadari pentingnya posisi strategis Stasiun Gambir yang bersandingan langsung dengan ikon ibu kota tersebut.

Ia menegaskan bahwa tidak ada uang dari kas negara (APBN) yang digunakan untuk mendanai proyek mempercantik stasiun ini.

"Anggarannya dari KAI, anggaran dari pemerintah tidak ada. Sekitar Rp 1 triliun, karena ini adalah pure business (murni bisnis)," tegas Bobby.

Memperkuat Pengalaman Pengguna

Melalui konsep baru ini, pemugaran Stasiun Gambir diproyeksikan mampu menyulap area stasiun menjadi arena pertunjukan estetis dengan Monas sebagai fokus utamanya. Langkah ini diambil untuk memperkaya pengalaman para pengguna jasa kereta api.

"Di Gambir ini kita bicara soal in-journey experience, kita bicara masalah hospitality, tourism, attraction, hingga amusement," terang Bobby.

"Kami akan jadikan Stasiun Gambir ini sebagai teras dari panggung besar yang kita sebut dengan Monas," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |