Liputan6.com, Jakarta - Lima ratus orang terkaya di dunia mengalami penurunan kekayaan gabungan sebesar USD 208 miliar akau kurang lebih sekitar Rp 3.443 triliun pada Kamis, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif impor besar-besaran yang mengguncang pasar global.
Penurunan harga miliarder ini merupakan yang terbesar keempat dalam sejarah 13 tahun Bloomberg Billionaires Index, sekaligus yang terbesar sejak puncak pandemi Covid-19.
Dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (5/4/2025), lebih dari setengah orang dalam daftar kekayaan Bloomberg mengalami penurunan harta, dengan rata-rata penurunan sebesar 3,3%.
Miliarder di Amerika Serikat menjadi yang paling terdampak, dengan pendiri Meta Platforms Inc. Mark Zuckerberg dan pendiri Amazon.com Inc. Jeff Bezos mengalami kerugian terbesar.
Carlos Slim, orang terkaya di Meksiko, menjadi salah satu dari sedikit miliarder di luar AS yang luput dari dampak tarif ini.
Bursa saham Meksiko (Bolsa) naik 0,5% setelah negara tersebut dikecualikan dari daftar target tarif balasan Gedung Putih, yang mendorong kekayaan bersih Slim naik sekitar 4% menjadi USD 85,5 miliar.
Timur Tengah menjadi satu-satunya wilayah di mana para miliarder dalam indeks Bloomberg mencatat kenaikan kekayaan bersih pada hari itu.
Berikut ini adalah beberapa orang dengan kerugian terbesar pada hari tersebut:
Mark Zuckerberg
Pendiri Meta menjadi miliarder dengan kerugian terbesar secara nominal, setelah saham perusahaan media sosial itu turun 9%, menyebabkan kekayaan sang CEO menyusut USD 17,9 miliar—sekitar 9% dari total hartanya.
Meta sebelumnya menjadi pemenang terbesar di antara saham teknologi raksasa dalam indeks Magnificent Seven sejak awal tahun hingga pertengahan Februari, dengan lonjakan nilai pasar lebih dari USD 350 miliar.
Namun sejak pertengahan Februari, sahamnya telah turun sekitar 28%.
Jeff Bezos
Saham Amazon anjlok 9% pada Kamis—penurunan terbesar sejak April 2022—yang mengurangi kekayaan pribadi pendirinya sebesar USD 15,9 miliar. Saham perusahaan ini kini telah turun lebih dari 25% dari puncaknya pada Februari.
Bezos mendirikan Amazon pada tahun 1994, yang awalnya hanya sebuah toko buku online. Namun, di bawah kepemimpinannya, Amazon berkembang pesat menjadi platform yang menjual berbagai produk dan layanan, mulai dari streaming video dan audio hingga komputasi awan melalui Amazon Web Services.
Dengan inovasi yang tak henti-hentinya, Bezos berhasil mengubah cara orang berbelanja dan mengakses informasi secara online.
Elon Musk
CEO Tesla telah kehilangan USD 110 miliar sepanjang tahun ini—termasuk USD 11 miliar hanya pada hari Kamis—karena rendahnya angka pengiriman kendaraan serta perannya yang kontroversial sebagai “czar efisiensi” pemerintahan Trump telah memukul harga saham Tesla.
Awal pekan ini, situasinya sempat membaik: karena Tesla memproduksi banyak mobilnya di AS, tarif baru diperkirakan berdampak lebih kecil dibandingkan pesaing asing.
Saham Tesla juga sempat menguat berkat laporan bahwa Musk akan mundur dari peran pemerintahannya dan fokus kembali ke Tesla. Namun pada Kamis, saham turun 5,5% setelah pengumuman tarif.
Ernest Garcia III
Kekayaan CEO Carvana Co. anjlok US$1,4 miliar setelah saham perusahaan penjual mobil bekas tersebut turun 20%. Saham Carvana sebelumnya melonjak lebih dari 425% dalam 12 bulan hingga 14 Februari, namun sejak itu telah terkoreksi 36%.
Tobi Lutke
Pendiri sekaligus CEO perusahaan e-commerce asal Kanada, Shopify, kehilangan USD 1,5 miliar, atau 17% dari total kekayaannya.
Saham Shopify, yang memperoleh sebagian besar pendapatannya dari penjualan barang impor, anjlok 20% di bursa Toronto, menjadikan hari itu sebagai hari terburuk untuk indeks S&P/TSX Composite sejak Maret 2020.
Bernard Arnault
Uni Eropa bersiap menghadapi tarif flat 20% untuk seluruh produk yang akan diekspor ke AS, yang diperkirakan akan menghantam ekspor minuman keras dan barang-barang mewah.
Saham LVMH—konglomerat milik Arnault yang menaungi merek seperti Christian Dior, Bulgari, dan Loro Piana—turun di bursa Paris, memangkas kekayaan orang terkaya di Eropa sebesar USD 6 miliar.
Zhang Congyuan
Pendiri produsen sepatu asal Tiongkok, Huali Industrial Group Co., kehilangan uSD 1,2 miliar atau 13% dari kekayaannya, setelah tarif tambahan 34% dari Trump terhadap Tiongkok menjatuhkan harga saham perusahaannya.
Produsen sepatu lain yang berbasis di AS dan Eropa juga ikut merasakan dampaknya: saham Nike Inc., Lululemon Athletica Inc., dan Adidas AG—yang semuanya memiliki pabrik besar di Asia Tenggara—turun dua digit.