Harga Pangan Hari Ini 19 Januari 2026: Bawang Merah Naik jadi Rp 32 Ribu

6 days ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan terutama cabai bervariasi pada awal pekan ini. Sementara itu, harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati mengalami kenaikan dari pekan lalu. Salah seorang pedagang komoditas bawang merah mengatakan, harga bawang merah Rp32.000 per kilogram.

"Kalau minggu lalu Rp 25.000, sekarang Rp32.000 lah (per kilogram),” katanya kepada Liputan6.com, di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (19/1/2026).

Pedagang lainnya menuturkan, untuk harga cabai merah dijual Rp 35.000 per kilogram. Sementara untuk cabai hijau dijual Rp 40.000 untuk setiap kilogramnya.

"Kalau tomat hijau kecil Rp10.000 (per kilogram),” ucapnya kepada Liputan6.com, di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 08.00 WIB. Aneka cabai mengalami harga yang bervariasi. 

Harga rata-rata cabai rawit merah di tingkat konsumen berada di rentang harga acuan penjualan (HAP) nasional Rp40.000–Rp57.000 per kilogram, atau dibanderol Rp45.323 per kilogram.

Untuk harga rata-rata cabai merah keriting Rp32.074 per kilogram atau turun dari HAP nasional Rp37.000–Rp55.000 per kilogram, dan cabai merah besar adalah Rp29.663 per kilogram di tingkat konsumen. 

Lebih lanjut, harga rata-rata bawang merah di tingkat konsumen mencapai Rp39.877 per kilogram atau berada dalam rentang HAP nasional Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Untuk rata-rata bawang putih bonggol dibanderol Rp37.900 per kilogram, atau turun 5,25% dari HAP nasional Rp38.000–Rp40.000 per kilogram.

Waspada Cuaca Ekstrem, Harga Pangan Berpotensi Melonjak Jelang Ramadan 2026

Sebelumnya, cuaca ekstrem yang diprediksi hingga Maret 2026 turut membayangi kenaikan harga pangan nasional. Pasalnya, stok pangan bisa berkurang imbas gagal panen di sejumlah komoditas pangan.

Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah menilai ada kekhawatiran cuaca ekstrem membuat sektor pertanian gagal panen. Akhirnya, stok menipis dan mengerek harga di tingkat konsumen.

"Setiap momen hari raya permintaan pangan cenderung naik. Tahun lalu rata-rata naik hingga 7 persen. Kenaikan ini diikuti dengan kenaikan harga yang kerap berujung inflasi yang naik pula," kata Said saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, perlu ada antisipasi terhadap kondisi pertanian saat ini yang dihadapkan dengan cuaca ekstrem. Said memandang ada beberapa komoditas yang memang rentan terhadap cuaca.

Hujan Pengaruhi Produksi Pertanian

"Situasi sekarang yang banyak hujan tentu dapat mempertaruhkan produksi pertanian terutama pada tanaman hortikultura juga padi. Serangan hama penyakit yang meningkat, kegagalan panen menjadi situasi yang terjadi," tuturnya.

Mengingat lagi, produksi hortikultura misalnya yang hanya terkonsentrasi di beberapa wilayah saja. Alhasil, jika terdampak cuaca ekstrem, bisa berpengaruh ke pasokan di daerah lain.

"Kelangkaan pasok ini menyebabkan harga terkerek naik. Tentu ini bisa beresiko karena di momen permintaan tinggi stok harusnya juga tinggi. Situasi ini haruslah bisa diantisipasi dengan baik. Karena produksi pertanian kita terutama Horti dan padi terkonsentrasi pada wilayah tertentu saja," beber Said Abdullah.

Pasokan Cabai Aman Jelang Ramadan

Sebelumnya, pasokan cabai dipastikan mampu memenuhi kebutuhan ramadan meski kebun petani lokal dibayangi cuaca ekstrem beberapa waktu belakangan ini. Namun, petani berharap ada bantuan biaya logistik agar harga bisa terkendali.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro, memastikan produksi cabai bisa mencukupi kebutuhan pada hari besar keagamaan nasional (HBKN) seperti ramadan nanti. Tingkat produksi petani, diakuinya sesuai dengan hitungan pemerintah.

"Artinya data dari lapangan maupun yang dipegang pemerintah itu tidak terlalu jauh melesetnya, kami prudent, kami optimis untuk HBKN itu akan aman," kata Tunov saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (6/1/2026).

Terdampak Cuaca

Dia mengamini ada tantangan dari cuaca ekstrem selama proses produksi cabai di berbagai wilayah. Tekanan dari cuaca ini bisa mempengaruhi harga di pasaran nantinya, termasuk di tingkat petani.

Kendati begitu, dia kembali memastikan jumlah produksi cabai bisa memenuhi kebutuhan, menyusul proyeksi panen raya cabai di awal tahun 2026 ini.

"Memang cuaca nanti akan menentukan harga. Tapi kalau secara produksi, kami petani sudah menyiapkan lebih banyak daripada kebutuhan," sebutnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |