Liputan6.com, Jakarta - Untuk menghindari saham gorengan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menaikkan batas investasi asuransi hingga 20% di pasar saham. Namun hal ini hanya untuk saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah ini memperkuat pasar modal sekaligus menekan praktik manipulasi saham.
“Kita akan bebaskan lagi ke 20%, tapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasin di LQ45,” ujar Purbaya, di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan batas investasi ini bertujuan menambah “bahan bakar” bagi pasar modal agar likuiditas semakin besar dibanding sebelumnya. Menurutnya, asuransi juga memiliki fleksibilitas dalam menempatkan investasinya, termasuk pada obligasi negara.
“Ya bisa juga beli punya kita kan? Itu kan limit. Suka-suka mereka yang beli yang mana. Tapi yang jelas bahan bakar ke kapital market jadi ada lebih besar dibanding sebelumnya,” katanya.
Purbaya menekankan, integritas pasar menjadi perhatian utama dalam kebijakan ini. Pemerintah tidak ingin dana asuransi masuk ke pasar yang sarat manipulasi.
“Saya nggak mau melepaskan asuransi ke pasar yang manipulasi. Itu akan diperbaiki semuanya. Kita harapkan manipulasi pasar yang berlebihan atau goreng-gorengan bisa dikurangi semaksimal mungkin,” tegasnya.
Terkait aturan pelaksanaannya, Purbaya menyebut regulasi dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Regulasi ini dipastikan akan segera diselesaikan. Kebijakan kenaikan batas investasi ini juga akan langsung diterapkan tanpa tahapan bertahap.
“Ah seminggu juga kelar, kan menteri-nya gua,” ucapnya.
Ia menilai, risiko investasi dapat ditekan karena saham LQ45 memiliki fundamental yang relatif kuat dibanding saham berkapitalisasi kecil.
“Jadi perbaikan fondasi perekonomian betul-betul dilakukan dan sedang terjadi. Kami juga sudah berkomunikasi lebih dekat dengan central bank, sehingga likuiditas pasar cukup untuk ekonomi tumbuh 6% tahun ini,” pungkas Purbaya.
Direktur Utama BEI Mundur, Purbaya Ungkap Kesalahan Fatal Iman Rachman
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan atas mundurnya Iman Rachman dari kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Awalnya, Purbaya sempat kaget karena tidak mengetahui bahwa Iman menyatakan mundur hari ini. Namun kemudian, ia mempertanyaan kembali ihwal urgensi mundurnya Iman.
“Oh, mundur ya? Emang apa dampaknya ke ekonomi?” tanya Purbaya kembali ke awak media, di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).
Ia menilai, isu mundurnya Iman adalah suatu yang positif, karena sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap masalah di bursa kemarin. “Karena dia kan tidak nge-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI (Morgan Stanley Capital International),” ucapnya.
Purbaya mengatakan, sikap cuek Iman terhadap masukan dari MSCI maupun Goldman Sachs adalah kesalahan yang fatal. Imbasnya, nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh hingga 8%.
“Itu kesalahan dia yang fatal disitu, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin,” tegasnya.
Purbaya meyakini, jika tidak dilakukan perbaikan secepatnya maka akan berdampak ke semua sisi perekonomian. Pasalnya, bisa membuat investor tidak percaya untuk menanamkan uangnya di Indonesia.
“Yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain. Dia anggapnya ekonominya nggak stabil. Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Ini Respons Pelaku Pasar
Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, mengaku terkejut atas keputusan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Dirut BEI Iman Rachman yang mengundurkan diri. Namun, ia menilai langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi pasar modal belakangan ini.
Reza menyampaikan, keputusan mundur itu kemungkinan dilatarbelakangi oleh penilaian pembenahan terhadap emiten, khususnya terkait aspek free float, belum berjalan optimal sehingga memicu tekanan jual dari pelaku pasar.
"Ya, saya dengar juga kaget atas keputusan beliau yang tiba-tiba mundur. Akan tetapi, hal tersebut sebagaimana disampaikan beliau ialah bentuk tanggung jawab beliau. Mungkin dirasa beliau gagal dalam membenahi emiten terkait dengan free float sehingga mendapat tekanan dari aksi jual pelaku pasar sehingga beliau dengan legawa memutuskan untuk mundur,” ujar Reza kepada Liputan6.com, Jumat (30/1/2026).
Meski demikian, ia menegaskan fokus utama pasar modal seharusnya tidak berhenti pada figur pimpinan, melainkan pada upaya memperkuat fondasi pasar agar lebih sehat dan berkelanjutan. Menurut dia, momentum ini bisa menjadi titik evaluasi untuk membangun pasar yang lebih transparan, efisien, dan berintegritas.
Reza juga menilai peristiwa ini seharusnya menjadi dorongan untuk memperluas basis investor domestik. Dengan semakin banyak investor lokal yang teredukasi dan aktif, pasar modal Indonesia dinilai akan lebih tahan menghadapi gejolak akibat arus dana asing keluar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4103061/original/071480700_1658923819-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4448957/original/047014700_1685534950-20230531-Jadwal-KRL-Commuterline-Tallo-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397188/original/078850600_1761803487-IMG-20251030-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414819/original/052620000_1763352087-ilustrasi_perak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489083/original/067754800_1769819911-AP26030431649946.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4928386/original/099219200_1724670818-Ilustrasi_mencari_pekerjaan__lowongan_kerja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399808/original/048930800_1762008770-AI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452402/original/093925300_1766398403-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif__dan_Bursa_Karbon_OJK_Inarno_Djajadi-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4995691/original/033897700_1731040090-20241108_093320.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5202018/original/081952200_1745848757-8fe3048c-9730-4320-9de7-7387f3840566.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461139/original/006092900_1767340396-0a65192f-f679-4726-838e-db64a51518c4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408225/original/087800200_1762766239-Menteri_ESDM_Bahlil_Lahadalia-4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383860/original/002019600_1760696485-IMG_2666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377339/original/034194800_1760089873-WhatsApp_Image_2025-10-10_at_4.22.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387428/original/053594900_1761041499-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_06.51.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4594999/original/047400000_1696220197-Jokowi_Resmikan_Kereta_Cepat_Jakarta-Bandung_Whoosh-AFP__5_.jpg)