Bos The Fed Ungkap Inflasi Masih Terlalu Tinggi

15 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh belum memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga pada pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan berlangsung akhir Juli 2026. Meski demikian, ia menegaskan inflasi di Negeri Paman Sam masih berada di level yang terlalu tinggi sehingga stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama.

Dalam diskusi bersama CNBC, dikutip Kamis (2/7/2026), Warsh mengatakan para bankir bank sentral memang semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, maupun peningkatan produktivitas. Namun, menurutnya persoalan inflasi masih menjadi tantangan utama.

"Kita semua memiliki tugas menjaga stabilitas harga. Mungkin itu bukan satu-satunya tugas kita, tetapi jika ada satu hal yang saya dengar berulang kali dalam beberapa hari terakhir, itu adalah keterbukaan terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan produktivitas. Namun, kita juga melihat bahwa harga-harga masih terlalu tinggi," kata Warsh.

Ia tidak memberikan sinyal apakah The Fed akan menaikkan, mempertahankan, atau menurunkan suku bunga pada rapat kebijakan bulan ini.

Umumkan Pembentukan Kelompok Kerja

Selain membahas inflasi, Warsh juga mengungkapkan perkembangan pembentukan lima kelompok kerja (task force) yang sebelumnya diumumkan untuk mengkaji berbagai fungsi di lingkungan The Fed. Menurutnya, susunan anggota tim tersebut akan diumumkan pada pekan depan.

"Harapan saya, dalam sembilan hingga 12 bulan ke depan kita dapat memanfaatkan teknologi baru untuk memahami apa yang terjadi di perekonomian riil secara langsung dan real-time. Dengan begitu, kami sebagai bank sentral dapat mengambil keputusan yang lebih baik," ujar Warsh.

Ia berharap dalam sembilan hingga 12 bulan ke depan, The Fed dapat memanfaatkan teknologi baru untuk memantau kondisi ekonomi secara real-time sehingga mampu menghasilkan keputusan kebijakan yang lebih tepat.

Dalam forum tersebut, Warsh hadir bersama Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde, Gubernur Bank of England Andrew Bailey, dan Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem.

Forum tersebut menjadi penampilan publik pertama Warsh sejak dikonfirmasi sebagai Ketua The Fed pada Mei lalu, selain konferensi pers usai rapat kebijakan dua pekan sebelumnya.

The Fed Tetap Fokus Turunkan Inflasi ke 2 Persen

Warsh mengatakan ekspektasi inflasi masyarakat memang mulai menunjukkan perbaikan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, menurutnya kondisi tersebut belum cukup karena tingkat inflasi masih berada di atas sasaran bank sentral.

"Jika ada masyarakat, pelaku usaha, atau pelaku pasar keuangan yang berpikir bank sentral akan merasa nyaman dengan target inflasi di atas 2 persen, maka mereka akan kecewa," kata Warsh.

"Kami akan memastikan stabilitas harga di Amerika Serikat tetap terjaga," tegasnya.

Warsh menegaskan The Fed tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2 persen, meskipun prosesnya membutuhkan waktu.

Data terbaru menunjukkan indikator inflasi inti (core inflation) yang menjadi acuan utama The Fed mencapai 3,4 persen pada Mei 2026.

Sementara itu, inflasi utama (headline inflation) tercatat lebih tinggi, yakni 4,1 persen.

Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama bagi para pembuat kebijakan The Fed dalam menentukan arah suku bunga pada pertemuan yang akan digelar akhir bulan ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |