Waspada Lonjakan Harga Bahan Baku Impor, Mendag Panggil Pengusaha Besok

12 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai bakal ada dampak besar dari perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran terhadap produk berbahan baku impor. Dia akan memanggil sejumlah pengusaha untuk membahas jalan keluar.

Budi belum bisa merinci komoditas atau produk apa saja yang akan langsung terdampak eskalasi perang, termasuk penutupan Selar Hormuz. Meski begitu, dia mengamini akan ada dampak dari kenaikan harga bahan baku impor.

"Kita belum sampai ke situ (rincian komoditasnya), tapi yang jelas yang produk-produk menggunakan bahan baku impor bisa saja nanti akan terganggu," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dia menjelaskan, pemerintah terus mengantisipasi kenaikan harga bahan baku impor yang dibutuhkan pengusaha. Untuk memperjelas kondisinya, Budi akak memanggil para pengusaha eksportir.

"Rencananya besok kami ketemu para eksportir ya, kita akan membahas problem apa, saya ingin tahu secara teknis, kira-kira masalahnya dimana, para eksportir itu kan juga impor bahan baku," ucapnya.

Terkait potensi penurunan impor, Budi tak mau gegabah. Dia masih ingin lebih dahulu mendengar penjelasan dari para eksportir. Meskipun, sudah ada kajian dari Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag).

"Kita belum bisa menghitung. Kemarin kita kaji dengan BKPerdag, tapi kami juga belum bisa memastikan sebelum kami memang dapat masukkan juga dari para pelaku usaha ya. Karena kan ini, ya mudah-mudahan harapan kita akan selesai, perang cepat selesai," tutur dia.

Harga Bahan Baku Bisa Naik

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Budi Santoso mewanti-wanti kenaikan harga imbas memanasnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Penutupan Selat Hormuz oleh pihak Iran menghambat jalur perdagangan internasional.

Budi memandang hambatan ini meningkatkan harga minyak mentah. Hal tersebut, turut mengerek biaya logistik hingga bahan baku industri.

"Nah ya pasti kan nanti minyak atau bahan baku lainnya jadi naik ya," kata Budi, di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Harga BBM Naik

Penutupan Selat Hormuz, kata Budi, berpotensi mengerek harga minyak mentah dunia. Alhasil, harga bahan bakar minyak (BBM) juga terpengaruh. Pada akhirnya, biaya produksi industri juga ikut meningkat.

"Ya misalnya kan bahan bakar ya, pastikan akan naik ya. Pasti kalau itu memang benar-benar terjadi, ya sekali lagi mudah-mudahan enggak ya," harapnya.

Budi menyampaikan, ketika bahan baku tersebut naik, maka kinerja ekspor juga terpengaruh. Meskipun, kata dia, dampaknya dirasakan semua negara. "Kalau itu benar-benar terjadi ya memang akan berdampak ke industri kita, ke ekspor kita, tidak hanya di Indonesia, ya ke semua lah, ke semua negara," ucap dia.

Penguatan Konsumsi Domestik

Budi menambahkan, saat ini ekonomi Indonesia ditopang dari konsumsi domestik. Dengan begitu, ketergantungan terhadap impor bisa semakin dikurangi.

"Jadi ya kita harus memberdayakan itu, tetap menjaga itu. Kalau di sektor perdagangan ya bagaimana kita tetap meningkatkan daya beli kita, ya di masyarakat dengan produk-produk kita. Ya itu yang paling penting sebenarnya," ujarnya.

Guna meningkatkan daya beli itu, Budi mengeklaim pemerintah sudah mengguyur banyak stimulus ekonomi. "Saya pikir banyak ya stimulus yang telah diberikan oleh pemerintah. Dan kita akan terus melakukan gerakan-gerakan bersama swasta, ya untuk meningkatkan daya beli kita, untuk meningkatkan daya beli kita di pasar domestik," beber dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |