Venezuela Diserang AS, Ini Dampaknya ke Ekonomi Indonesia

1 day ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengungkapkan dampak serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela terhadap ekonomi Indonesia.

Nailul mengatakan, perdagangan Indonesia-Venezuela relatif kecil, dengan porsi hanya 0,02 persen dari total ekspor Indonesia walaupun pertumbuhan ekspornya hampir dua kali lipat.

"Dengan porsi yang kecil, sebenarnya dampak secara langsung tidak akan signifikan terhadap kinerja ekonomi Indonesia. Dengan kata lain, Venezuela bukan mitra dagang dan investasi Indonesia," kata Nailul Huda kepada Liputan6.com, Selasa (6/1/2026).

Sama halnya dengan dampak ke harga minyak global juga relatif minim, meskipun Venezuela mempunyai cadangan minyak besar namun produksinya relatif kecil.

"Jadi, tidak mempunyai pengaruh terhadap pergerakan minyak global. Tidak berpengaruh juga terhadap ICP ataupun subsidi migas kita ataupun ke APBN," ujarnya.

Namun demikian, ada efek tidak langsung yang dapat berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia. Salah satunya dari sisi geopolitik global yang ikut memanas.

Ia menilai geopolitik antara China-Taiwan bisa meningkat, eskalasi konfliknya yang dapat memperburuk kondisi perdagangan global. Ketika kondisi global memburuk, maka akan merembet ke berbagai sektor. Perdagangan, harga minyak global, dan sebagainya aman bergejolak. Saat itu, pemerintah perlu waspada.

Indonesia Harus Hindari Konflik

Menurutnya, yang pasti Indonesia harus menghindari dari konflik secara langsung dengan mengedepankan politik non blok. Dengan menghindar dari konflik secara langsung, bisa membuat ekonomi domestik masih bisa aman.

Kemudian, Pemerintah juga perlu membangun kekuatan poros global negara berkembang untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri negara maju.

"Selama ini, negara maju seperti US menunjukkan kedigdayaannya, namun mengesampingkan kepentingan negara berkembang," pungkasnya.

Menkeu Purbaya: Konflik AS–Venezuela Tak Guncang IHSG

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai eskalasi politik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pasar saham.

Menurut Purbaya, reaksi pasar keuangan domestik justru menunjukkan sentimen yang cenderung positif setelah mencuatnya konflik kedua negara tersebut. Hal ini tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tetap menguat.

"Kalau saya lihat sih agak jauh, kalau anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya. Tapi itu yang dilihat pasar," kata Purbaya ditemui sebelum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip dari Antara, Senin (5/1/2026).

Makroekonomi

Dari sisi makroekonomi, Purbaya menilai potensi dampak konflik AS–Venezuela terhadap Indonesia relatif terbatas. Ia menjelaskan, peran Venezuela dalam pasar minyak global sudah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.

Kapasitas produksi minyak negara Amerika Selatan tersebut dinilai tidak cukup besar untuk memicu gejolak signifikan pada harga energi global, sehingga dampaknya ke ekonomi Indonesia juga dinilai minim.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |