Trump Usulkan Skema Tabungan Pensiun Baru, Ini Detil Sementara

11 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Saat pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyampaikan rencana untuk membantu pekerja swasta menyiapkan dana pensiun, terutama bagi mereka yang belum memiliki program pensiun dari perusahaan tempat mereka bekerja.

"Separuh dari seluruh pekerja Amerika masih belum memiliki akses ke program pensiun dengan kontribusi yang setara dari pemberi kerja. Untuk mengatasi kesenjangan besar ini, saya mengumumkan bahwa tahun depan, pemerintahan saya akan memberikan akses kepada para pekerja Amerika yang sering terlupakan ini, ke jenis program pensiun yang sama seperti yang ditawarkan kepada setiap pekerja federal. Kami akan memberikan kontribusi yang setara dengan kontribusi Anda hingga USD 1.000 setiap tahun,” kata Trump.

Ide ini bukanlah ide baru, tetapi ide positif ini patut disambut hangat. 

Dilansir dari CNN, Kamis (26/2/2026) Pemerintahan Trump menyatakan ingin membantu mengatasi masalah minimnya akses dana pensiun, terutama bagi jutaan pekerja berpenghasilan rendah dan menengah yang belum memiliki program pensiun dari perusahaan serta tidak punya fasilitas tabungan pensiun yang mudah dan terjangkau di tempat kerja.

Para pembuat undang-undang dan ahli kebijakan pensiun telah lama berupaya mencari cara untuk menutup kesenjangan tersebut. Namun, hingga kini belum ada solusi yang benar-benar tuntas. Berbagai gagasan sempat muncul, lalu menghilang, dan sebagian kembali dibahas. 

Dalam beberapa kasus, ada juga ide yang akhirnya diterapkan, seperti program IRA (Inflation Reduction Act) otomatis berbasis negara bagian yang kini berjalan di 17 negara bagian. Meski begitu, cakupannya masih terbatas karena menghadapi beragam perdebatan dan keberatan politik.

Seorang pejabat AS menyebutkan sebagian besar rencana yang diajukan Trump bisa dijalankan melalui kewenangan administratif yang sudah dimiliki pemerintah, tanpa perlu persetujuan Kongres. 

Namun, ia menambahkan dukungan undang-undang di masa depan tetap diperlukan untuk memperkuat dan menyempurnakan kebijakan tersebut.

Bukan Inisiatif Baru, Program Kontribusi Setara Trump Sudah Ada Sebelumnya

Pemerintah menegaskan tambahan dana yang dimaksud Trump merujuk pada program Saver’s Match. Program ini sebenarnya sudah disahkan pada 2022 dan dijadwalkan mulai berlaku tahun depan.

Pekerja dengan penghasilan rendah hingga menengah, yakni yang berpendapatan di bawah USD 35.500 per tahun atau Rp 594,94 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.760). atau USD 71.000 atau Rp 1,18 miliar bagi pasangan suami istri, bisa mendapatkan bantuan tambahan dari pemerintah jika menyisihkan uang untuk dana pensiun.

Syaratnya, mereka menabung maksimal USD 2.000 atau Rp 33,51 juta per tahun, atau USD 4.000 atau Rp 67,03 juta untuk pasangan, melalui program pensiun yang diakui seperti 401(k), IRA, maupun IRA otomatis. Jika memenuhi ketentuan tersebut, pemerintah federal akan memberikan tambahan dana hingga USD 1.000 atau Rp 16,7 juta, atau USD 2.000 bagi pasangan.

Awal Mula Terbentuknya Rekening Trump

Presiden mengatakan pekerja sektor swasta akan memiliki akses ke jenis rencana pensiun yang sama seperti yang ditawarkan kepada setiap pekerja federal.

Rencana terbaru pemerintah itu akan berbentuk rekening tabungan yang bisa digunakan siapa saja dan tetap bisa dibawa meski berganti pekerjaan. Rekening tersebut juga menyediakan beragam pilihan investasi berbasis indeks dengan biaya yang relatif murah.

Saat ini, pegawai federal memiliki program tabungan pensiun ala 401(k) yang dikenal sebagai Thrift Savings Plan, dengan beragam pilihan dana berbiaya sangat rendah.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengusulkan rencana untuk memberikan akses kepada pekerja non-federal ke TSP (Thrift Savings Plan).

“Namun, rencana itu tidak membuahkan hasil. Dan tidak jelas bagaimana cara kerjanya,” ungkap Kim Olson, petugas senior perencanaan pensiun di Pew Charitable Trusts.

Selain itu, juga terdapat penolakan dari sektor swasta.

Kevin Hassett juga pernah mendukung rancangan Undang-Undang Tabungan Pensiun untuk Warga Amerika. Aturan itu mengusulkan program tabungan pensiun mirip TSP, di mana pekerja yang memenuhi syarat dan belum memiliki program pensiun dari perusahaan akan otomatis didaftarkan.

Namun, Mark Iwry, mantan penasihat senior Menteri Keuangan selama pemerintahan Obama mengatakan hal itu memerlukan Undang-Undang.

Program Rekening Trump adalah skema baru yang dirancang untuk membantu anak-anak yang memenuhi syarat menabung sejak dini. Program ini ditujukan bagi anak-anak warga negara Amerika Serikat yang memiliki nomor Jaminan Sosial. 

Peluncurannya dijadwalkan pada Juli mendatang, dan Departemen Keuangan sedang dalam proses menyelesaikan aturan yang mengaturnya.

Skema Rencana Baru

Setelah seorang anak berusia 18 tahun, rekening yang diusulkan Trump pada dasarnya akan berubah menjadi IRA tradisional. Program ini ditujukan bagi pekerja di perusahaan yang belum menyediakan fasilitas tabungan pensiun.

Seperti halnya IRA dan program pensiun lainnya, skema ini juga dilengkapi insentif berupa “Saver’s Match”, yakni kontribusi tambahan dari pemerintah bagi pekerja berpenghasilan rendah dan menengah yang menabung untuk masa pensiun.

Sebenarnya, pilihan membuka rekening IRA sudah lama tersedia bagi kaum dewasa. Mereka bisa membuat akun sendiri dan mengajukan kontribusi tambahan melalui perusahaan. 

Namun, berdasarkan data tidak banyak yang memanfaatkan kesempatan tersebut.

Pekerja yang tidak memiliki akses ke program pensiun dari tempat kerja memiliki kemungkinan 15 hingga 20 kali lebih kecil untuk menabung di rekening pensiun dengan fasilitas pajak khusus.

Jadi, Rekening Trump versi baru adalah langkah pemerintah untuk mendukung program sebelumnya yang belum maksimal.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |