Liputan6.com, Jakarta PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat rantai pasok biomassa sebagai bahan bakar pembangkit untuk mengurangi konsumsi batu bara (cofiring), dengan membuat aplikasi marketplace.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo mengatakan, cofiring merupakan jembatan penting menuju dekarbonisasi pada pembangkit yang sudah beroperasi, untuk mewujudkannya perlu kepastian pasokan biomassa yang berasal dari limbah sebagai bahan bakar.
“Kuncinya ada pada kepastian pasokan, standardisasi kualitas, dan efisiensi logistik," kata Rizal, Jumat (28/11/2025).
Untuk menjaga kepastian rantai pasok biomassa, makan dibuatlah platform marketplace yang menghubungkan Petani/Kelompok Tani, BUMDes, Koperasi, dan agregator, dengan kebutuhan bahan bakar pembangkit secara terukur mulai dari volume, mutu, hingga logistik.
"Dengan marketplace, mismatch kualitas bisa ditekan, partisipasi lokal meningkat, dan operasi pembangkit menjadi lebih andal dalam mendukung penurunan emisi serta mendorong ekonomi sirkular di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Sementara itu disisi Hulu Pasokan, Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menjelaskan, platform ini memiliki fitur inti berupa registrasi pemasok, penawaran harga/volume, quality gate di hub, serta tracking pengiriman hingga proses penerimaan di pembangkit. Skema digital ini disiapkan untuk direplikasi di pembangkit-pembangkit lain di jaringan PLN.
“Melalui skema hub, sub hub, main hub membuat suplai lebih transparan dan terstandar. Tidak semua material hayati layak bakar karena itu kriteria mutu diseragamkan agar mendekati spesifikasi batu bara, sehingga faktor kapasitas pembangkit tetap terjaga,” jelasnya.
Implementasi Marketplace
Implementasi marketplace dimulai dari PLTU Adipala berkapasitan660 MW, supercritical dengan menargetkan pasokan cofiring yang lebih stabil.
Hanafi Nur Rifa'i, Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Indonesia Power, menyebut bahwa digitalisasi bukan sekadar upaya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga langkah strategis untuk membangun ekosistem energi yang lebih inklusif.
“Dengan teknologi supercritical dan penerapan cofiring, PLTU Adipala siap menyongsong target Net Zero,” ujarnya.
Selain berperan dalam menekan emisi karbon, program ini juga menjadi pengungkit ekonomi lokal. Petani, BUMDes, dan UMKM biomassa kini memiliki akses pasar dan kepastian pembayaran yang lebih transparan melalui proses digital end-to-end.
Ke depan, PLN EPI akan memperluas pengembangan tanaman energi, mengintegrasikan data mutu/volume lintas hub, serta memperkuat kapasitas agregator agar suplai biomassa semakin kompetitif dan bankable.
Langkah ini menjadi bukti bahwa semangat kepahlawanan kini hadir dalam bentuk baru bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan inovasi energi bersih yang menyalakan masa depan bangsa.
PLTU Tak Bisa Selamanya Andalkan Batu Bara, Ini Penggantinya
Di Indonesia, peran biomassa semakin vital karena dua alasan besar yaitu kebutuhan pasokan listrik stabil dan tuntutan penurunan emisi. Hal tersebut diungkapkan Direktur Teknologi PT Datong Jaya Indonesia Bayu Aji Prakoso dalam 91st IEA–Fluidized Bed Conversion Technology Collaboration Programme (FBC TCP) yang digelar di Bandung.
PLTU berbasis batu bara bisa tetap beroperasi, tetapi dengan porsi biomassa yang terus meningkat. Dia menyampaikan bahwa biomassa bukan pengganti total batu bara, tapi penyelamat di masa transisi.
“Kami melihat biomassa itu bukan pengganti total batu bara, tapi penyelamat di masa transisi. Batu bara masih dibutuhkan untuk stabilitas energi, tetapi biomassa memberi ruang untuk menurunkan emisi tanpa mematikan industri yang sudah ada,” ujar Bayu, dikutip Kamis (26/11/2025).
Bayu kemudian menambahkan satu syarat paling krusial terkait ketersediaan bahan baku biomassa.
“Yang paling krusial itu ketersediaan bahan baku dan harga yang masuk akal. Kalau supply biomassa bisa terjamin, PLTU di Indonesia sebenarnya siap untuk cofiring secara bertahap,” jelasnya.
Pernyataan ini mencerminkan bahwa isu transisi energi bukan soal teknologi semata, tetapi juga infrastruktur pasokan dan ekosistem industri di hulu.
PLTU Jadi Andalan
Selama puluhan tahun, PLTU berbasis batu bara menjadi tulang punggung pembangkit listrik nasional.
Namun di era dekarbonisasi, sistem ini tidak bisa lagi mengandalkan batu bara saja. Dengan teknologi multifuel, PLTU dapat memadukan biomassa, limbah kota (RDF), limbah cair, gas buangan industri, hingga berbagai bahan bakar alternatif lain sehingga PLTU menjadi tulang punggung pembangkit energi hijau.
Mempertimbangkan kenyataan di lapangan, pendekatan multifuel inilah yang dinilai paling realistis untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060, tanpa mengorbankan stabilitas energi atau mematikan industri batu bara dalam waktu singkat yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Teknologi CFB: Pusat Transformasi PLTU Modern
Teknologi Circulating Fluidized Bed (CFB) menjadi aktor utama dalam transformasi sektor kelistrikan. Teknologi pembakaran ini dikenal fleksibel dengan variasi bahan bakar, stabilisasi pembakaran, meningkatkan efisiensi, yang cocok dengan kondisi batubara saat ini.
Meskipun CFB ini pada awalnya hanya dapat menghasilkan kapasitas energi yang tidak terlalu besar dibawah 150MW untuk pembangkit batubara, akan tetapi teknologi CFB terus berkembang, hingga sekarang, di China sudah dapat dibangun Pembangkit CFB dengan kapasitas 660MW, bahkan di korea dapat mencapai 1GW per unit pembangkit.
Dengan kata lain, teknologi CFB adalah jembatan yang memungkinkan PLTU tetap hidup — tetapi jauh lebih bersih dan modern, dengan kapasitas pembangkitan yang cukup besar.
Teknologi ini bahkan membuka jalan untuk memanfaatkan limbah perkotaan, biomassa kering, tandan kosong sawit, limbah cair, hingga sludge industri sebagai bahan bakar listrik berbasis multifuel.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4589291/original/091420700_1695723008-airbus-a380-788573_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418442/original/026584200_1763618677-wicked-for-good-movie.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415612/original/089270400_1763382320-033a1940-a31e-482e-a04a-cd8ea7ac3e55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1607800/original/075205400_1496043531-Foto_Liputan6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2724885/original/043387900_1549782641-20190210-Pertamina-Turunkan-Harga-BBM-Angga1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389971/original/055808800_1761216022-Chief_Operating_Officer__COO__Danantara__Dony_Oskaria.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427787/original/036827400_1764419027-WhatsApp_Image_2025-11-29_at_16.37.03_9b3a21a3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3194080/original/013571700_1596032591-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428380/original/028343900_1764498894-WhatsApp_Image_2025-11-30_at_13.49.44_d725c50d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376539/original/061993300_1760007508-AP25282211663907.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4145736/original/042316300_1662224782-4_SPBU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2981835/original/009330900_1575029583-20191129-Gas-Alam-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427938/original/075267700_1764463386-WhatsApp_Image_2025-11-29_at_22.03.18_6d6e0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156442/original/088611200_1663062671-Emas6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3623436/original/030145300_1636065826-WhatsApp_Image_2021-11-04_at_17.38.11__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428064/original/073951300_1764475393-e3197559-da82-414e-bef4-816875b1465a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372719/original/015353300_1759752210-IMG-20251006-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316269/original/095179300_1755230967-1000073188.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5305552/original/006464400_1754356170-IMG-20250805-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957031/original/046992800_1727733952-Snapinsta.app_412830169_383580067453328_4605501714941854422_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5321249/original/062289700_1755667530-IMG-20250820-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315930/original/011984600_1755179439-4a6f0e71-3a5a-4e3b-ab07-547e802acfa8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5332516/original/077414500_1756509471-1000015044.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309500/original/043626700_1754629772-Screenshot_20250808_120506_Chrome.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311627/original/093019500_1754889679-Gx3i8nUXYAAD3b8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3233958/original/005284500_1599717943-20200910-Jakarta-Tarik-Rem-Darurat_-Ganjil-Genap-Ditiadakan-dan-Transportasi-Umum-Dibatasi-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5332768/original/066977000_1756532035-rus4.jpg)