Tambak dan Sawah Rusak Kena Banjir Aceh, Menko Zulkifli Hasan Siapkan Revitalisasi

17 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyiapkan revitalisasi tambak hingga sawah yang rusak terdampak banjir di Provinsi Aceh. Hal ini jadi prioritas pemerintah dalam penanganan pascabencana.

Zulkifli meninjau beberapa titik di Aceh, seperti lokasi terdampak banjir di Desa Buangan, Kecamatan Merah Dua, Aceh.

"Pemulihan sektor pangan menjadi prioritas, termasuk revitalisasi sawah terdampak bencana melalui perbaikan irigasi dan pembersihan endapan lumpur," kata Zulkifli dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (10/1/2026).

Peninjauan difokuskan pada percepatan revitalisasi tambak udang dan bandeng yang terdampak banjir. Data yang dikumpulkannya, total lahan tambak terdampak mencapai lebih dari 30.000 hektare, dengan berbagai tingkat kerusakan.

Selain itu, Zulkifli bakal memperjuangkan penyaluran jaminan hidup (jadup) bagi warga terdampak untuk menjaga keberlangsungan hidup selama masa pemulihan, serta mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Menko Zulkifli bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Perdagangan Budi Santoso juga meninjau rehabilitasi pasar serta posko bencana banjir di Pidie Jaya. Pada kesempatan tersebut, Kementerian Perdagangan melalui program Kemendag Peduli menyalurkan total bantuan senilai Rp 450 juta bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh.

Harapan Warga

Petambak yang terdampak berharap adanya bantuan pemerintah untuk pemulihan sarana pendapatannya. Salah satunya disampaikan Aliyudin.

Dia berharap pemerintah dapat segera membantu merevitalisasi lahan tambak milik warga. Adapun, pemerintah saat ini tengah mengkaji berbagai bentuk bantuan, mulai dari perbaikan infrastruktur tambak, penyediaan sarana produksi, hingga dukungan benih dan pakan untuk mendorong masyarakat pesisir kembali berdaya.

“Saya ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah. Kami juga berharap agar tambak kami bisa segera diperbaiki agar bisa kembali berproduksi,” ujarnya.

Cetak Sawah Terdampak Bencana

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkap rencana pemulihan kembali sawah yang rusak terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kementan akan memberikan bantuan benih hingga alat mesin pertanian (alsintan).

Sudaryono mencatat, ada lebih dari 70 ribu hektare sawah yang terdampak bencana Sumatera. 15-20 ribu hektare diantaranya lenyap dan gagal panen atau puso.

"Nah yang puso itu, yang 15-20 ribu hektare itulah kemudian nanti pemerintah datang, kan itu sudah tidak bentuk sawah lagi, nanti kita ada cetak sawah, kita bikinkan sawahnya, kita kasih benihnya, kita kasih alatnya, jadi dikembalikan," ungkap Sudaryono, di Kantor Kementan, Jakarta, ditulis Kamis (1/1/2026).

Dimulai Januari 2026

Proses pendataan akan dilakukan mulai Januari 2026, bulan ini. Kemudian cetak sawah akan beriringan dengan pembersihan dan pemulihan akses jalan dan perkotaan.

Selain sektor pertanian, Sudaryono juga akan memulihkan peternakan yang terdampak. Misalnya, bisa melalui program peternakan ayam petelur Merah Putih.

"Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi, ya kita akan dari sisi pertanakan kan kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana," jelasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |