Stok Beras Bulog 3,3 Juta Ton Aman hingga Lebaran 2026

16 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk menghadapi rangkaian hari besar, mulai dari Imlek, Ramadan, hingga Lebaran. Saat ini, total stok beras Bulog di seluruh Indonesia mencapai 3.351.900 ton dan akan terus bertambah seiring masa panen tahun ini.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan ketersediaan beras tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

"Kami jelaskan kepada rekan-rekan media bahwa total stok beras Bulog di seluruh tanah air saat ini mencapai 3.351.900 ton. Kesiapan stok ini untuk menghadapi Imlek, kemudian Ramadan, dan juga Lebaran. Insya Allah stok ini aman,” ujar Ahmad Rizal di BNPB, Jumat (9/1/2026).

Selain stok yang sudah tersedia, Bulog menargetkan penyerapan beras dalam negeri yang cukup besar pada 2026. Ahmad Rizal menyebut, Bulog ditargetkan menyerap 4 juta ton beras dari hasil panen petani sesuai arahan Kementerian Pertanian.

"Dengan target serapan 4 juta ton dan stok awal sekitar 3 juta ton, maka total stok Bulog bisa mencapai hampir 7 juta ton,” ujar dia.

Dia menuturkan, stok besar tersebut akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Bulog ingin memastikan masyarakat tidak kekurangan beras dan harga tetap terkendali.

"Dengan stok sekitar 7 juta ton tersebut, Insya Allah akan kami maksimalkan untuk kebutuhan dalam negeri,” tegas Ahmad Rizal.

Namun demikian, Bulog juga membuka peluang ekspor apabila kebutuhan nasional telah terpenuhi dan terdapat arahan dari pemerintah. Negara tujuan ekspor yang dipertimbangkan antara lain Timor-Leste, Papua Nugini, hingga Malaysia.

"Kalau memang nanti ada potensi ekspor, kami siap melaksanakan sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” pungkasnya.

Stok Beras Tembus 3,39 Juta Ton pada Akhir 2025, Terbesar dalam Sejarah

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 3,39 juta ton di akhir 2025 ini. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah tanpa adanya impor.

Amran mengatakan, jumlah tersebut menandakan stok beras dalam kondisi yang aman. Mengingat lagi, seluruh stok beras diambil dari produksi petani lokal.

"Ini stok kita per detik ini 3,39 juta ton. Ini tertinggi selama merdeka. Inilah stok tertinggi di akhir tahun selama merdeka. (Jadi) bukan aman, ada sangatnya. (Stok kita) sangat aman," kata Amran, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, dikutip Selasa (30/12/2025).

Sebagai informasi, pemerintah menargetkan stok CBP sebesar 4 juta ton di 2026 mendatang, angka itu naik dari tahun ini sebanyak 3 juta ton. Amran percaya diri jumlah itu bisa dicapai.

Targetnya, pada panen raya awal, pemerintah bisa menampung 2,5 juta ton setara beras dari petani. Panen raya pun diprediksi lebih cepat ke Februari 2026.

"Kita target 4 juta ton (tahun 2026), seluruh Indonesia. (Nanti) di panen raya, minimal (serap) 2 juta ton. Kalau bisa, 2,5 juta ton," ucap Menteri Pertanian ini.

Serapan Bulog Tanpa Impor

Adapun realisasi pengadaan setara beras bersumber dari produksi dalam negeri yang telah dilaksanakan Perum Bulog di sepanjang tahun 2025 ini telah mencapai 3,435 juta ton. Capaian ini telah melampaui 114,5 persen dari target serap beras 3 juta ton. Apalagi tidak ada impor beras di tahun ini yang dilaksanakan Bulog untuk penambahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Dalam catatan Bapanas, stok beras Bulog sampai akhir tahun belum pernah mencapai lebih dari 3 juta ton dengan tidak ada pasokan dari importasi. Sementara kondisi stok beras yang ada di Bulog sampai minggu terakhir Desember masih ada 3,39 juta ton, sehingga baru di tahun ini, stok CBP menyentuh lebih dari 3 juta ton dengan mengoptimalkan produksi dalam negeri.

Tercatat di 2008 yang tak ada impor, stok akhir CBP berada di 1,1 juta ton. Lalu 2009 yang juga nihil impor, di akhir tahun menyisakan 1,6 juta ton. Sementara di 2019 sampai 2021 yang juga tidak ada impor beras, sampai akhir tahun stok CBP masing-masing di tiga tahun tersebut berada di angka 2,2 juta ton, 1,9 juta ton, dan 0,8 juta ton.

CBP 4 Juta Ton

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan telah menetapkan cadangan beras pemerintah (CBP). Harus ada 4 juta ton beras yang dikuasai pemerintah pada 2026, tahun depan.

Zulkifli memutuskan hal tersebut setelah menggelar rapat koordinasi terbatas (Rakortas) bersama sejumlah menteri. Diantaranya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, hingga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

"Kami putuskan cadangan beras pemerintah kita dari 3 juta kita naikkan jadi 4 juta (ton)," ungkap Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Peningkatan CBP itu disebut untuk memudahkan penyaluran sejumlah program. Mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga bantuan pangan beras. Peningkatan itu juga sejalan dengan proyeksi penambahan jumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain beras, pada konteks Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), Menko Zulkifli juga menetapkan cadangan jagung pemerintah. Jumlahnya naik drastis dari 300 ribu ton tahun ini menjadi 1 juta ton di 2026.

"Jagung, karena perlu juga itu, kalau telur perlu banyak, ayam perlu banyak, perlu pakan banyak. Kemarin kita cadangkan 300 ribu ya, ya pak ya? Nah ini kita naikkan jadi 1 juta," jelas Zulkifli Hasan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |