Simak Prediksi Harga Emas Hari Ini Usai Sentuh Rekor Baru

1 hour ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas hari ini kembali mencatat lonjakan signifikan, mencerminkan derasnya arus dana investor ke aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Pada perdagangan Senin (26/1/2026), emas spot melonjak lebih dari 2% dan berhasil menembus level psikologis USD 5.000 per troy ounce.

Kenaikan tersebut berlanjut hingga mendekati area USD 5.100. Harga emas bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi baru di level USD 5.111 sebelum mengalami koreksi terbatas dan diperdagangkan di kisaran USD 5.095.

Lonjakan tajam ini didorong oleh eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran stabilitas keuangan global, serta aksi berkelanjutan bank sentral yang terus menambah kepemilikan emas sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa.

Menurut analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, kondisi teknikal emas saat ini berada dalam fase yang sangat kuat. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, menunjukkan tren bullish emas kian menguat.

Harga emas bergerak stabil di atas rata-rata pergerakan utama, menandakan dominasi pembeli masih solid meski volatilitas meningkat di sekitar level tertinggi sepanjang masa.

Teknikal dan Fundamental

Andy Nugraha menilai, selama harga emas hari ini mampu bertahan di atas area support psikologis USD 5.000, bias pergerakan masih cenderung mengarah ke atas. Dalam proyeksi jangka pendek, apabila tekanan bullish berlanjut, XAU/USD berpotensi melanjutkan reli menuju area USD 5.150.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi pasar yang sudah berada di wilayah overbought membuat emas rentan terhadap aksi ambil untung. Jika momentum penguatan mulai melemah, potensi koreksi terdekat diperkirakan mengarah ke area USD 4.990 yang menjadi support penting jangka pendek.

Dari sisi fundamental, sentimen pasar global saat ini masih sangat mendukung penguatan emas. Pada sesi Asia hari Selasa, harga emas bertahan di area tinggi sekitar USD 5.050 seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap ketidakpastian geopolitik dan hubungan internasional Amerika Serikat.

Kondisi tersebut membuat investor tetap memilih emas sebagai aset safe haven utama.

Tarif Trump

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 100% terhadap barang-barang Kanada jika negara tersebut mencapai kesepakatan perdagangan dengan China. Langkah ini memicu kekhawatiran akan potensi perang dagang global, sehingga menopang harga emas hari ini.

Selain itu, isu independensi Federal Reserve turut menjadi sentimen pendukung. Pasar menanti keputusan Trump terkait penunjukan Ketua The Fed berikutnya, dengan spekulasi bahwa kandidat yang lebih dovish dapat membuka peluang pemangkasan suku bunga lanjutan tahun ini.

Suku bunga yang lebih rendah berpotensi menekan imbal hasil riil dan mengurangi biaya peluang memegang emas. Fokus pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga Fed yang akan diumumkan Rabu (28/1), di mana bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%.

Meski sejumlah data ekonomi AS menunjukkan pemulihan, pelaku pasar masih lebih menaruh perhatian pada risiko geopolitik dan arah kebijakan moneter global. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, emas diperkirakan tetap menjadi aset favorit investor.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |