Liputan6.com, Jakarta - Jalur pelayaran energi paling vital di dunia kembali menjadi pusat perhatian pasar global. Selat Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab, kembali disorot menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kekhawatiran mencuat setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan berbagai opsi tindakan terhadap Teheran, di tengah tekanan internal Iran akibat gelombang protes domestik.
Selat Hormuz memiliki peran krusial dalam rantai pasok energi global. Hampir sepertiga minyak mentah dunia yang diperdagangkan melalui jalur laut melintasi selat ini setiap harinya. Oleh karena itu, setiap eskalasi konflik yang melibatkan Iran langsung memicu kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan minyak dan gas skala global.
Dilansir dari CNBC, Selasa (13/1/2026), analis energi menilai, konfrontasi militer, meski belum tentu terjadi, dapat memicu langkah balasan dari Iran berupa gangguan terhadap lalu lintas di Selat Hormuz.
Kepala Riset Energi di MST Marquee, Saul Kavonic memperingatkan, gangguan di selat tersebut berpotensi memicu krisis energi global, terutama jika rezim Iran merasa semakin terpojok. Menurut dia, tindakan "putus asa dan tidak bijaksana" tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan dalam situasi ekstrem.
"Gangguan di Selat Hormuz dapat menyebabkan krisis minyak dan gas global, terutama jika mempertimbangkan tindakan putus asa dan tidak bijaksana yang mungkin dilakukan rezim Iran saat ini jika mereka semakin terpojok dengan kekuasaan dan nyawa mereka dipertaruhkan," kata Saul Kavonic.
Data perusahaan intelijen pasar Kpler menunjukkan sekitar 13 juta barel minyak mentah per hari melewati Selat Hormuz sepanjang 2025, setara dengan sekitar 31 persen arus minyak mentah global melalui laut.
Risiko terblokirnya jalur ini bukan hal baru dan pernah muncul saat ketegangan AS–Iran meningkat pada pertengahan tahun lalu.
Dampak Potensial ke Pasar Minyak Global
Analis Kpler, Muyu Xu, menilai dampak gangguan di Selat Hormuz akan jauh lebih besar dibandingkan kasus Venezuela, mengingat volume produksi dan ekspor minyak Iran yang lebih signifikan. Jika pasokan terganggu, kilang minyak di Asia, khususnya Tiongkok, berpotensi harus mencari sumber alternatif dalam waktu singkat.
Presiden Rapidan Energy Group, Bob McNally bahkan memperkirakan kemungkinan 70 persen terjadinya serangan selektif AS terhadap Iran, yang membawa risiko jauh lebih tinggi bagi pasar energi global. Dalam skenario ekstrem, di mana kapal tanker tidak dapat melintas atau infrastruktur energi rusak, harga minyak diperkirakan bisa melonjak tajam.
Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, menyebut kekhawatiran penutupan Selat Hormuz saja sudah cukup mendorong harga minyak naik beberapa dolar per barel. Jika penutupan benar-benar terjadi, harga minyak global bisa melonjak USD 10 hingga USD 20 per barel, sekitar Rp 168-336 ribu (kurs USD 1 = Rp 16.840).
Saat ini, harga minyak Brent berada di kisaran USD 63, sekitar Rp 1 juta per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar USD 59, sekitar Rp 993 ribu per barel.
Risiko Tetap Rendah, Tapi Tak Bisa Diabaikan
Meski demikian, sebagian besar analis menilai skenario terburuk masih memiliki probabilitas rendah. Iran dinilai menghadapi keterbatasan kemampuan untuk menutup Selat Hormuz sepenuhnya, mengingat kuatnya patroli Angkatan Laut AS dan sekutunya di kawasan tersebut. Bahkan jika terjadi gangguan sementara, dampak fisik terhadap pasokan global diperkirakan terbatas.
"Iran selalu dapat mengancam untuk menutup Selat Hormuz, mereka mungkin tidak ingin melakukannya mengingat kompleksitas dinamika kekuatan di kawasan tersebut dan mungkin tidak memiliki kemampuan untuk menutupnya sepenuhnya mengingat bagaimana Angkatan Laut AS berpatroli di daerah tersebut," ujar selaku analis Kpler, Muyu Xu.
"Bahkan dalam skenario di mana Iran mencoba melakukan gangguan sementara, seperti mengganggu kapal tanker atau memblokir jalur transit untuk sementara waktu, dampak fisik pada pasokan akan terbatas," tambahnya.
Kondisi Pasar Minyak Global
Selain itu, Kpler mencatat pasar minyak global saat ini berada dalam kondisi kelebihan pasokan, dengan surplus sekitar 2,5 juta barel per hari pada Januari dan meningkat menjadi lebih dari 3 juta barel per hari pada Februari dan Maret.
Namun, para analis sepakat bahwa faktor geopolitik tetap menjadi risiko utama yang dapat mengubah keseimbangan pasar secara cepat.Para pakar juga mengingatkan bahwa pendekatan AS terhadap Iran tidak bisa disamakan dengan strategi terhadap Venezuela.
Kompleksitas geopolitik Timur Tengah serta jarak geografis membuat opsi militer langsung menjadi jauh lebih berisiko. Karena itu, tekanan terhadap Iran dinilai lebih mungkin dilakukan melalui sanksi dan penegakan hukum ketimbang intervensi militer skala besar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668821/original/000742500_1701320491-yuri-krupenin-S2FVm0tOv1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472996/original/026213300_1768382816-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386100/original/014549200_1760954215-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381933/original/039227200_1760522313-IMG_7964.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3389842/original/074746100_1614591577-Screenshot__79_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253303/original/024384400_1750042935-Foto_1_-_PLTP_Lumut_Balai_Unit_2__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316910/original/014057600_1755255228-Menkeu_Sri_Mulyani_RAPBN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5271674/original/014395900_1751517910-Screenshot_20250703_101941_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472368/original/045596100_1768364075-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467328/original/054445200_1767872286-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457383/original/052410300_1766999052-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4360730/original/099779100_1678955416-Menteri_keuangan_Sri_Mulyani-Herman_Zakharia__11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3279574/original/001681300_1603787899-20201027-Pemprov-DKI-Belum-Putuskan-Konsep-Kepemilikan-Rumah-Susun-Pasar-Rumput-ANTONIUS-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448018/original/056078700_1765974252-WhatsApp_Image_2025-12-17_at_18.24.59.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3584538/original/038922100_1632728900-Screenshot_20210927-135735_Zoom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172256/original/013600300_1664250498-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)