Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman

4 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 2 Maret 2026. Pertemuan tersebut membahas kondisi energi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik akibat konflik Iran dan isu penutupan Selat Hormuz.

"Menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya. Menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran," ujar Bahlil dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2027).

Bahlil menjelaskan salah satu isu utama yang dibahas adalah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia. Indonesia masih mengandalkan impor energi, terutama minyak mentah dan BBM, sehingga perkembangan situasi global perlu diantisipasi secara serius, terlebih menjelang periode Lebaran saat konsumsi BBM biasanya meningkat.

Ia mengungkapkan harga minyak mentah dunia, termasuk Brent, mulai menunjukkan kenaikan seiring memanasnya konflik di Timur Tengah.

"Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik," katanya.

Meski demikian, Bahlil memastikan cadangan BBM nasional saat ini masih berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Subsidi Energi Masih Aman, Harga Global Berpotensi Berfluktuasi

Terkait dampak terhadap subsidi energi, Bahlil menyampaikan hingga saat ini belum terdapat persoalan yang signifikan. Namun, ia mengakui harga energi global berpotensi mengalami koreksi jika ketegangan politik di kawasan terus meningkat.

Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak internasional karena setiap kenaikan signifikan dapat berdampak pada beban fiskal negara.

Sebagai langkah antisipasi, Bahlil akan menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) guna membahas berbagai skenario dan alternatif kebijakan untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.

"Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian dari DEN," imbuh Bahlil.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global yang belum stabil.

Konflik AS-Israel dan Iran Picu Ketegangan Global

Pada Sabtu (28/2/2026), Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan itu menjadi yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump setelah aksi serupa pada Juni 2025.

Trump menyatakan operasi militer besar tersebut bertujuan melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran dengan mediasi Oman. Dua putaran pertama berlangsung di Muscat dan Jenewa, membahas pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Putaran ketiga digelar pada Kamis (26/2/2026) di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Situasi ini membuat pasar energi global semakin sensitif terhadap setiap perkembangan baru di Timur Tengah.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |