Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Rampung

21 hours ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh telah rampung.

“Sudah kelar (restruktusiasi), tinggal diumumkan,” ujarnya dalam Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah juga telah menyampaikan hasil restrukturisasi tersebut kepada pemerintah China. Langkah ini dilakukan untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang serta memperkuat kepercayaan antara kedua negara.

“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Kan ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Kan saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” tuturnya.

Meski demikian, Purbaya belum mengungkapkan detail hasil restrukturisasi tersebut. Ia menyebut pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Nanti diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya enggak berhak ngomongin sekarang ya. Nanti tanya Pak AHY begitu diumumkan nanti. Tapi yang jelas sudah putus, cuma belum saatnya diumumkan,” kata Purbaya.

Akibat Cost Overrun

Terkait kemungkinan kehadiran perwakilan China dalam pengumuman resmi nanti, Purbaya belum memberikan kepastian. Ia menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah.

Sebelumnya, proyek yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini sempat menghadapi pembengkakan biaya (cost overrun) serta kendala koordinasi antarinstansi.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah melakukan restrukturisasi guna memastikan keberlanjutan proyek sekaligus menjaga keseimbangan pembagian beban antara Indonesia dan China.

Purbaya menegaskan, skema baru yang disepakati akan mengedepankan prinsip berbagi risiko antara kedua pihak.

“Kalau ada loss, ya sama-sama. Kita berapa persen, mereka berapa persen,” ujarnya.

Faktor Pemicu Lonjakan Biaya

Lebih lanjut, Purbaya juga menyinggung penyebab utama terjadinya pembengkakan biaya pada sejumlah proyek infrastruktur, termasuk Whoosh.

Menurutnya, lemahnya pengawasan selama proses pembangunan menjadi faktor utama yang memicu lonjakan biaya.

“Itu sebetulnya proyeknya bagus. Cuman tidak diawasi sehingga ketika ada masalah, tidak ada yang menangani. Akhirnya terjadi cost overrun berpuluh triliun rupiah,” ujarnya.

Dengan selesainya restrukturisasi ini, pemerintah berharap proyek kereta cepat dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan ke depan.

Selain itu, skema baru yang lebih transparan dan berbasis pembagian risiko diharapkan mampu memperkuat tata kelola proyek infrastruktur besar serta meningkatkan kepercayaan investor dalam kerja sama internasional.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |