Ratusan Triliun Rupiah Digelontorkan Buat THR ASN, Swasta, hingga Ojek Online

14 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan ada dana ratusan triliun rupiah yang digelontorkan pada Lebaran 2026 ini. Dana tersebut merupakan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai negeri dan swasta, serta Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online (ojol).

Airlangga menjelaskan, THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga anggota TNI/Polri sudah diumumkan oleh pemerintah. Total anggarannya mencapai Rp 55 triliun.

Lalu, dana Rp 124 triliun akan dikucurkan oleh perusahaan swasta untuk THR pegawainya. Data ini didapat Menko Airlangga dari BPJS Ketenagakerjaan.

"Yang paling penting THR sudah diumumkan ASN, TNI/Polri itu Rp 55 triliun, kemudian swasta, swasta ini juga kami hitung dari BPJS Naker dengan rata-rata kemungkinan akan dikeluarkan sebesar Rp 124 triliun," kata Airlangga, dalam Peluncuran BINA Lebaran 2026, di Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program strategis berupa BHR untuk mitra pengemudi ojol. Total dana yang dikeluarkan aplikator mencapai Rp 220 miliar untuk sekitar 800 ribu mitra ojol.

"Nah kemudian juga untuk pengemudi OJOL BHR juga biaya dari pemain, dari player (aplikator) itu Rp 220 miliar. Jadi sebetulnya dana yang digelontorkan besar," ujarnya.

Pemerintah Tebar Stimulus

Sejalan dengan itu, pemerintah juga membagikan stimulus ekonomi pada triwulan I-2026. Termasuk sejumlah program bantuan sosial (Bansos).

Diantaranya pemberian bansos beras 20 kilogram (kg) plus minyak goreng 2 liter yang dibagikan untuk dua bulan bagi 35 juta keluarga penerima manfaat.

"Total anggarannya Rp 11,92 triliun. Jadi pemerintah menggelontorkan Rp 11,92 (triliun). Kemudian tarif transportasi rata-rata diskon 30% kecuali pesawat, pesawat sekitar 17 sampai 18% kelas ekonomi," tutur dia.

"Kemudian kita juga mendorong work from anywhere supaya memang pergerakan bisa memanfaatkan tarif-tarif tadi," sambung Menko Airlangga.

Bidik Transaksi Rp 53 Triliun

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melihat peluang peningkatan belanja masyarakat pada periode menjelan Lebaran 2026 ini. Targetnya, Rp 53 triliun dana masyarakat digunakan belanja di pusat perbelanjaan atau mal.

Hal tersebut bisa didapat dari program Belanja di Indonesia Aja atau BINA Lebaran 2026. Airlangga berharap program ini bisa efektif mendongkrak minat belanja masyarakat.

"Saya monitor BINA (Lebaran 2026) targetnya sekarang Rp 53 triliun dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu, dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," ungkap Airlangga di Foodhall Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Diskon Jumbo di Mal

Hal tersebu diharapkan mampu didapat dari besarnya diskon yang diberikan. Airlangha menyebut, besaran diskonnya bisa mencapai 70-80%. "Tadi janjinya diskonnya 70-80% iya bu, betul ga bu? tapi saya liat tadi (durian) montong itu belum ada diskonnya biasanya 70 sampai 80%," kata Airlangga seraya berkelakar.

Informasi, BINA Lebaran 2026 ini akan dijalankan pada 6-30 Maret 2026. Artinya, ada dua pekan ramadan dan momen libur Idulfitri yang diharapkan jadi momentum belanja masyarakat.

"Tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama," tandasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |