Ratu Maxima Kunjungi Solo, Puji Model Pembiayaan UMKM Perempuan Kampung Batik Laweyan

1 day ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, menjadi saksi kunjungan istimewa dari Ratu Maxima Zorreguieta dari Belanda. Kunjungan ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA).

Dalam kunjungannya, Ratu Maxima fokus melihat secara langsung bagaimana pembiayaan dan pendampingan yang diberikan oleh perusahaan fintech Amartha berhasil membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perempuan di tingkat akar rumput untuk memperluas bisnis dan menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga mereka.

Selama berdialog hangat dengan para pengusaha batik dan produsen minuman jamu, Ratu Maxima memberikan penilaian positif. Ia menilai model pembiayaan produktif yang disalurkan Amartha memberikan dampak nyata terhadap peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

Ratu Maxima Zorreguieta menyampaikan apresiasi, namun menekankan bahwa tugas inklusi keuangan tidak berhenti pada kepemilikan rekening.

“Indonesia telah mencatat capaian luar biasa dalam kepemilikan rekening bank. Namun, inklusi keuangan tidak berhenti di sana. Masyarakat membutuhkan pendampingan agar layanan keuangan dapat membantu mereka mewujudkan impian dan meningkatkan perlindungan finansial,” ujar Ratu Maxima dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Ratu Maxima Belajar Membatik Motif Sakral di Laweyan

Kunjungan Ratu Maxima ke Solo juga diwarnai momen budaya yang berkesan. Ia turut serta mempelajari proses membatik menggunakan canting, didampingi oleh Eny Zaqiyah, pemilik usaha Enza Batik yang juga merupakan mitra Amartha.

Menariknya, Ratu Maxima memilih untuk membuat motif ‘Wahyu Tumurun’. Motif ini sarat akan makna filosofis, melambangkan permohonan anugerah, rahmat, dan keberkahan dari Sang Pencipta bagi kehidupan.

Saat membatik, Ratu Maxima berbincang dengan Ibu Eny mengenai peran Amartha dalam perkembangan usahanya yang dirintis sejak tahun 2017. Ibu Eny menceritakan bahwa ia memanfaatkan modal awal sebesar Rp 5 juta dari Amartha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kini rutin mengikuti pameran di berbagai kota.

Kehadiran sosok penting seperti Ratu Maxima menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi pengusaha batik tersebut.

“Saya merasa sangat senang dan bangga dikunjungi Ratu Máxima. Beliau sangat mengapresiasi budaya lokal, terutama batik yang merupakan warisan budaya Indonesia. Ia juga berpesan agar terus memajukan usaha dengan memanfaatkan fasilitas keuangan yang ada,” ungkap Ibu Eny.

Pesan Ratu Maxima untuk Optimisme UMKM

Selain Ibu Eny, Ratu Maxima juga bertemu dengan mitra Amartha lainnya, yaitu Yuanita Komalasari (Puci), pemilik usaha minuman herbal jamu. Ibu Puci menceritakan bahwa pembiayaan dari Amartha digunakan untuk menambah peralatan dan memperluas kapasitas produksi, hingga kini mampu mempekerjakan masyarakat sekitar.

Puci mengungkapkan rasa bangganya.

“Alhamdulillah, tak pernah terbayangkan saya berkesempatan bincang-bincang dengan Ratu Máxima. Terima kasih kepada Amartha dan Pemerintah Kota Solo atas kesempatan yang diberikan, saya merasa lebih percaya diri menjual produk yang telah diapresiasi oleh pihak lokal dan internasional,” ujarnya.

Menutup dialognya, Ratu Maxima menegaskan bahwa hasil temuannya di Solo akan didiskusikan lebih lanjut.

“Temuan dari kunjungan ini akan kami diskusikan bersama otoritas terkait dan perusahaan fintech seperti Amartha untuk merancang solusi keuangan yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia,” tegas Ratu Maxima.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |