Purbaya Tepis Anggapan Pertumbuhan Ekonomi Hanya Dipicu Belanja Negara

14 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 hanya ditopang oleh belanja pemerintah. Dia menuturkan, perhitungan tersebut keliru karena kontribusi terbesar justru berasal dari konsumsi masyarakat dan investasi.

“Jadi kita pertumbuhan di Q1 2026 5,61. Analis bilang bahaya karena tumbuhnya didukung oleh belanja pemerintah aja. Saya sudah bilang di satu tv, itungnya ga begitu, kalau 5,61 persen berasal dari mana, Anda kalikan pertumbuhan kali pangsanya,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (19/5/2026).

Ia merinci, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berasal dari belanja masyarakat sebesar 2,9%, investasi sebesar 1,7%, dan sekitar 1,3% dari belanja pemerintah. Dengan komposisi tersebut, menurut dia, tudingan pertumbuhan hanya ditopang pemerintah tidak berdasar.

“Jadi ketika ada yang bilang oh bahaya karena pertumbuhan hanya didukung belanja pemerintah, ternyata salah bacanya,” tutur Purbaya.

Purbaya menambahkan, pertumbuhan konsumsi masyarakat yang mencapai sekitar 5,5% juga menjadi indikator daya beli masyarakat tetap terjaga dan masih menjadi pondasi utama ekonomi nasional.

Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Kuartal I 2026, Tertinggi sejak 2021

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 secara kuartalan jadi salah satu yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Jika dibandingkan pada periode sama pada kuartal I, ekonomi Indonesia Januari-Maret 2026 tumbuh jadi yang terbesar sejak 2021.

"Kalau kita bandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulanan secara tahunan, ini adalah yang tertinggi sejak kuartal 2 2021," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Selasa, 5 Mei 2026.

Pertumbuhan Ekonomi

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 melesat 7,08 persen, setelah mengalami kontraksi panjang pada masa awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.  

"Sekarang kalau kita perhatikan di triwulan I 2026, ekonomi 5,61 persen tumbuhnya paling tinggi. Di triwulan I kalau dilihat dari 2021-2026 belum pernah yang melebihi 5,61 persen," imbuh Amalia. 

"Pernah waktu itu yang kuartal 3 2023 itu 5,73 persen. Kalau dibandingkan dengan kuartal 1 sebelum-sebelumnya, ini relatif sangat baik dibandingkan yang sebelum-sebelumnya," dia menekankan. 

Adapun pertumbuhan ekonomi Januari-Maret 2026 ini lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (kuartal I 2025), yang mencatat pertumbuhan sebesar 4,87 persen (YoY). 

Meskipun secara tahunan tumbuh positif, tetapi BPS melaporkan bahwa ekonomi Indonesia secara triwulanan (qtq) tercatat kontraksi sebesar 0,77 persen.

Kontribusi Sektor Investasi

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61% secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal I 2026. Adapun pertumbuhan ekonomi Januari-Maret 2026 ini lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (kuartal I 2025), yang mencatat pertumbuhan sebesar 4,87 persen (YoY).

Menanggapi hal ini, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, menilai kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini menunjukkan hasil yang sangat positif, terutama ditopang oleh peningkatan kontribusi investasi.

Menurut Rosan, porsi investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tren sebelumnya. Ia menyebut kontribusi investasi kini mencapai 32% dari total pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 5,61%.

"Bahwa memang apa, growth kita, ekonomi kita ini berjalan sangat baik, sangat positif dan kalau dari porsi saya, tentunya dari segi investasi menyumbang 32% dari total pertumbuhan 5,61 atau 1,8,” ujar Rosan kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, selama ini kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi umumnya berada di kisaran 28% hingga 29%. Namun pada periode kali ini, terjadi peningkatan yang dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong capaian ekonomi nasional.

"Jadi itu yang dimana kan selama ini Investasi itu menyumbangkan Kurang lebih biasanya 28-29%  Ya Alhamdulillah ini 32,” tuturnya.

Dukungan Investasi

Rosan menegaskan, capaian pertumbuhan ekonomi kuartal pertama ini juga didukung oleh realisasi investasi yang melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama ini. Alhamdulillah mencapai mencapai hasil yang sangat-sangat baik Kita lihat dari terutama kalau saya bicara dari segi investasi yang mencapai di atas target,”pungkasnya. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |