Proyek Pipa Gas Natuna-Pemping Dimulai, Tambah Pasokan Energi Dalam Negeri

12 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Pasokan gas bumi guna memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik di wilayah Batam dan sekitarnya semakin andal, dengan mulai membangun Pipa Gas Bumi Ruas West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping, Kepulauan Riau.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan, pembangunan pipa WNTS merupakan lanjutan dari Tie-in Agreement(TIA) antara PT PLN Energi Primer Indonesia dengan operator West Natuna Group. Project ini memiliki arti strategis dalam memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik, khususnya penyaluran gas dari Natuna ke wilayah Batam.

“Dengan dibangunnya pipa gas ini, pemanfaatan gas Natuna untuk kebutuhan dalam negeri dapat semakin optimal, terutama untuk mendukung penyediaan energi dan kelistrikan di Kepulauan Riau. Alhamdulillah, kita berhasil mengatasi salah satu isu utama terkait unlimited liabilities yang dirubah menjadi limited liabilities. SKK Migas juga mendorong KKKS di wilayah Natuna untuk bersama-sama menanggung premi asuransi bersama PLN EPI sehingga pembangunan pipa dapat terwujud segera,” kata Djoko, Kamis (26/2/2026).

Pembangunan pipa gas WNTS–Pemping oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi terutama sektor kelistrikan, sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan industri dan ekonomi strategis nasional yang membutuhkan suplai energi andal, efisien, dan berkelanjutan.

Proyek ini meliputi pembangunan pipa gas offshore sepanjang 3.2 km dan onshore sepanjang 1.3 km, serta pembangunan fasilitas penerima dan pengukuran gas (Onshore Receiving Facility/ORF) di Pulau Pemping. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memastikan penyaluran gas bumi berjalan aman, stabil, dan berkesinambungan.

Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menilai kehadiran pipa gas WNTS–Pemping akan menjadi motor penggerak pertumbuhan kelistrikan dengan tumbuhnya data center, industri dan investasi di Batam dan sekitarnya, sekaligus mempertegas sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Proyek pipa gas WNTS ke Pulau Pemping ini bukan hanya soal infrastruktur bawah laut, tetapi urat nadi ketahanan energi wilayah. Kehadiran pipa WNTS Pemping ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk mewujudkan ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi di Batam sebesar 9.5-10%,” ujar Amsakar.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |