Profil Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina Saat Ini

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Dari seorang engineer hingga memimpin raksasa energi nasional, Simon Aloysius Mantiri kini berada di garis depan upaya Indonesia mewujudkan kemandirian energi. Dengan rekam jejak yang solid di sektor migas dan politik, ia mengemban amanah besar untuk membawa PT Pertamina (Persero) ke era baru yang lebih hijau dan transparan. Penunjukannya sebagai Direktur Utama Pertamina pada November 2024 menandai babak baru dalam perjalanan kariernya, di mana ia dituntut untuk menavigasi tantangan global dan domestik dalam industri energi.

Sebagai pemimpin, Simon Aloysius Mantiri telah menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan energi nasional dan keberlanjutan, bahkan telah menerima penghargaan Green Leadership. Ia juga secara terbuka menghadapi isu-isu sensitif, termasuk menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kasus dugaan korupsi yang melibatkan perusahaan, menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan perbaikan tata kelola.

Latar Belakang Pribadi dan Pendidikan

Lahir di Kamasi, Tomohon, Sulawesi Utara, pada 3 Oktober 1979, Simon Aloysius Mantiri adalah sosok yang tumbuh dengan fondasi pendidikan yang kuat. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara, sebuah institusi yang dikenal mencetak individu berintegritas dan berjiwa kepemimpinan. Setelah lulus pada tahun 1998, Simon melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB), meraih gelar Sarjana Teknik (S.T.) dari jurusan Teknik Kelautan pada tahun 2003. Tidak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di kampus yang sama, memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari School of Business and Management ITB. Dedikasinya terhadap pembelajaran juga membawanya mengikuti program Rising Public Leaders di Blavatnik School of Government, University of Oxford pada tahun 2023, serta program eksekutif singkat di Tsinghua University, Tiongkok.

Perjalanan Karier

Perjalanan karier Simon Aloysius Mantiri mencerminkan perpaduan antara keahlian teknis, manajerial, dan pengalaman politik. Setelah menyelesaikan studi S1, ia memulai kariernya sebagai engineer di sektor hulu minyak dan gas pada blok South East Sumatera di China National Offshore Oil Corporation (CNOOC). Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang operasional industri migas.

Sebelum bergabung dengan Pertamina, Simon juga pernah menjabat sebagai Personal Assistant CEO di PT Nusantara Energy, sebuah perusahaan investasi milik Prabowo Subianto yang bergerak di berbagai sektor seperti pertambangan batubara, kelapa sawit, dan perkebunan. Ia juga tercatat pernah menjadi Direktur Keuangan di PT Agro Industri, yang berfokus pada ketahanan pangan dan energi.

Keterlibatannya dalam dunia politik dimulai dengan perannya sebagai Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra hingga tahun 2020, dan kemudian menjadi Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra. Pada Pemilihan Presiden 2024, ia dipercaya sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, memainkan peran signifikan dalam kemenangan pasangan tersebut.

Pada 10 Juni 2024, Simon Aloysius Mantiri ditunjuk sebagai Komisaris Utama dan Independen PT Pertamina (Persero), menggantikan Basuki Tjahaja Purnama. Hanya berselang beberapa bulan, tepatnya pada 4 November 2024, ia dipercaya untuk memimpin Pertamina sebagai Direktur Utama, menggantikan Nicke Widyawati. Penunjukan ini menjadikannya salah satu pemimpin termuda dalam sejarah perusahaan pelat merah tersebut.

Prestasi, Pencapaian dan Harta Kekayaan

  • Direktur Utama PT Pertamina (Persero) (2024): Diangkat sebagai pucuk pimpinan perusahaan energi nasional terbesar di Indonesia, mengemban amanah strategis dalam ketahanan energi.

  • Green Leadership Award (2025): Menerima penghargaan dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2024, mengapresiasi komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dan tanggung jawab lingkungan di Pertamina.

  • Peran Kunci dalam TKN Prabowo-Gibran (2024): Sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional, ia berperan penting dalam kemenangan pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

  • Pembentukan Korps Drum Band Canka Garuda Yaksa: Dipercaya oleh Prabowo Subianto untuk membentuk drum band Gerindra, menunjukkan keahliannya di luar bidang energi dan politik.

  • Harta Kekayaan: Setelah menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina, ia melaporkan harta kekayaan sebesar Rp33,33 miliar.

Fakta Unik/Trivia

  • Direktur Utama Termuda: Diangkat sebagai Direktur Utama Pertamina pada usia 44 atau 45 tahun, menjadikannya salah satu yang termuda dalam sejarah perusahaan.

  • Julukan Akrab: Dikenal akrab dengan sapaan 'Bang Simon' di kalangan kolega dan kenalannya.

  • Keluarga: Menikah dengan Priscilia Ester Waworuntu dan merupakan seorang ayah dari dua anak.

  • Hobi Beragam: Memiliki minat dan keahlian dalam memainkan berbagai alat musik, hobi mempelajari ilmu bela diri, dan senang mendalami kebudayaan Nusantara.

  • Orang Kepercayaan: Dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo Subianto dan disebut sebagai 'kesatria jedi' atau 'the President Man' oleh beberapa pihak.

  • Gaji Fantastis: Dilaporkan menerima gaji sekitar Rp3 miliar per bulan sebagai Direktur Utama Pertamina.

Perjalanan Simon Aloysius Mantiri, dari seorang lulusan teknik hingga memimpin salah satu BUMN strategis Indonesia, adalah cerminan dari dedikasi, keahlian, dan kemampuan adaptasi. Dengan visi yang jelas untuk kemandirian energi dan komitmen terhadap keberlanjutan, ia terus berupaya membawa Pertamina menjadi entitas yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Kisahnya membuktikan bahwa dengan integritas dan kerja keras, seorang individu dapat memberikan dampak transformatif bagi bangsa dan negara.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |