Presiden Prabowo Minta Kebut Swasembada Energi, Intip Daftar Prioritasnya

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan swasembada energi dari berbagai aspek. Perluasan lahan untuk bahan baku bioetanol hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) desa masuk rencana prioritas.

Hal tersebut diungkap Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Untuk itu, sederet langkah percepatannya akan segera dilakukan.

"Atas perintah Bapak Presiden, perlu percepatan swasembada energi. Oleh karena itu, kita akan mempercepat pembangunan tanaman singkong nanti akan diubah menjadi etanol," tutur Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Kemudian percepatan pembangunan sawit yang akan sebagian untuk biofuel, kemudian gula, tepung, dan jagung untuk etanol," imbuhnya.

Zulkifli menerangkan, proses percepatan swasembada energi juga dilakukan dengan memperluas konversi sepeda motor listrik. Lalu, percepatan pembangunan PLTS Desa dengan total 100 gigawatt (GW). Pada tahap awal, dilakukan untuk 13 GW lebih dahulu.

"Secara bertahap untuk mempercepat swasembada energi, apalagi energi seperti ini, dan juga akan mengubah motor-motor kita dari bensin kemudian akan menjadi listrik. Yang kedua, energi juga listrik kita akan dipercepat yang 100 gigawatt," jelas dia.

Pemerintah Mau Bangun 13 GW PLTS Desa

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas besar. Usulannya, PLTS dibangun dengan kapasitas 100 gigawatt (GW) di desa-desa di Indonesia.

Rosan mengatakan, pada tahap awal disepakati untuk memprioritaskan pembangunan PLTS desa sebesar 13 GW. Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi kurang lebih dari usulan tadi awal 100 gigawatt, mungkin ada 13, dari 100 GW jadi 13 GW terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |