Prabowo-Trump Sepakat, Minyak Sawit hingga Tekstil Indonesia Bebas Tarif Masuk AS

17 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trumo sepakat sejumlah komoditas pertanian hingga produk manufaktur asal Indonesia tak akan dikenakan tarif bea masuk ke Amerika Serikat (AS). Komoditas tersebut antara lain minyak sawit, kakao, hingga tekstil dan garmen Indonesia yang dibebaskan dari tarif resiprokal AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, hal tersebut tertuang dalam Agreement of Reciprocal Trade (ART) yang diteken Prabowo Subianto dan Donald Trump. Total ada, 1.819 pos tarif yang diatur dalam beleid tersebut, minyak sawit, kopi hingga kakao dibebaskan dari tarif.

"Minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0 persen," ungkap Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).

Selain komoditas tadi, ada produk lainnya yang juga mendapatkan pembebasan tarif dengan skema berbeda. Yakni, produk tekstil dan garmen asal Indonesia akan mendapat tarif 0 persen dengan kuota tertentu.

"Khusus untuk produk tekstil dan aparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif 0 persen dengan mekanisme tarif rate quota atau TRQ," ujarnya.

"Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," sambung Menko Airlangga Hartarto.

Prabowo Teken Kesepakatan Tarif AS

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani kesepakatan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Perjanjian kedua negara ini akan segera berlaku tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, perjanjian diteken langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

"tadi pagi, Bapak Presiden langsung menandatangani kerjasama Agreement of Reciprocal Trade yang diberi judul Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance dan ditandatangani secara bersama baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump," ungkap Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).

Kapan Berlaku?

Dia mencatat ada 1.819 pos tarif diatur dalam perjanjian tersebut. Adapun, pasca penandatanganan oleh dua Kepala Negara, masih ada proses selanjutnya.

Di Indonesia, akan melewati tahapan konsultasi dengan parlemen. Begitupun pihak AS yang menjalani proses serupa. Targetnya, kesepakatan tarif RI-AS akan berlaku 90 hari setelah proses itu rampung.

"Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak, baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR, maupun di Amerika dengan proses internalnya," ujar Airlangga.

Pengusaha Sambut Baik

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) menilai tarif resiprokal sebesar 19 persen dalam rencana Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat tergolong kompetitif. Skema tersebut dinilai berpotensi meningkatkan daya saing ekspor nasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan tarif tersebut memberikan sinyal positif bagi dunia usaha, terutama karena sejumlah produk berpeluang memperoleh pembebasan tarif jika menggunakan komponen asal Amerika Serikat.

“Tarif 19 persen itu sudah kompetitif. Apalagi produk-produk ekspor kita yang menggunakan komponen dari Amerika Serikat bisa bahkan turun sampai dibebaskan dari tarif. Nah ini sangat menarik, tapi harus dipelajari detailnya,” ujar Anindya dikutip dari Antara, Jumat (20/2/2026).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |