Prabowo Ingin Pembangunan Ekonomi Dirasakan Rakyat, Tak Cuma Angka Statistik

8 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginginkan pembangunan ekonomi nasional tidak mengesampingkan masyarakat. Dia ingin masyarakat turut menjadi bagian dari pembangunan tersebut.

Dia bilang, pembangunan ekonomi tak boleh sebatas menunjukkan angka-angka semata. Tapi juga bisa mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik. Pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik, bagi seluruh rakyat Indonesia. Anak-anak kita, anak-anak saudara-saudara yang paling lemah, paling miskin, paling tidak berdaya, harus memperoleh gizi yang cukup," tutur Prabowo dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Menurut dia, ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi dengan konsep Pancasila. Setiap pihak merasakan pembangunan ekonomi yang dilakukan pemerintah.

"Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu, dan harga yang benar. Nelayan kita harus memperoleh akses pasar yang adil, dan harus dibantu, dan harus diberdayakan," kata dia.

"Para nelayan kita adalah produsen protein yang sangat penting, agar rakyat kita bisa jadi rakyat yang kuat. Pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan, penghidupan, dan penghasilan yang layak. Nasib pekerja kita harus dilindungi, harus dibantu," sambungnya.

Harus Merata

Prabowo menginginkan masyarakat ikut terlibat aktif dalam pembangunan bangsa. "Rakyat harus menjadi pelaku utama dari pembangunan, bukan sekedar obyek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan," tegasnya.

Kepala Negara memandang, ekonomi yang dibangun di Tanah Air harus berkeadilan sosial, sesuai nilai Pancasila. Ini menjadi salah satu tujuan transformasi ekonomi kedepan.

"Atas dasar itulah pemerintah saat ini melakukan berbagai langkah transformasi. Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila," jelas dia.

Prabowo Janji Transformasi Ekonomi Pancasila

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyadari manfaat kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Transformasi ekonomi Pancasila dinilai menjadi jawabannya.

Prabowo mengatakan, kekayaan alam Indonesia berlimpah. Namun, belum seluruh manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Maka, dia berjanji untuk melakukan transformasi ekonomi.

"Saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini, tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, sebagai mandataris rakyat, yang disumpah dihadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa," kata Prabowo dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

"Terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila," sambungnya.

Sumber Daya Alam Melimpah

Dia menjelaskan, Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk komoditas strategis yang diperlukan industri moderen. Mulai dari tembaga, timah, emas, hingga logam tanag jarang.

"Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel. Komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting. Dan sekarang kita sudah suasem pada pangan. Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," ujar dia.

Hanya saja, banyaknya kekayaan tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. "Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat," ucap dia.

"Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," imbuh Prabowo Subianto.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |