Prabowo: Indonesia Tak Mau jadi Sawah dan Ladang Negara Lain

10 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia bukan ladang dan sawah bagi  negara lain. Kekayaan alam Indonesia harus dinikmati masyarakat Indonesia.

"Bangsa Indonesia bukan ladang dan sawah untuk diambil kekayaan dan dibawa ke luar negeri. Indonesia tidak mau jadi sawah dan ladang orang lain. Bangsa Indonesia ingin kekayaan dinikmati rakyat Indonesia,” ujar Prabowo saat peluncuran groundbreaking proyek hilirisasi tahap II di Cilacap, Rabu (29/4/2026).

Prabowo menegaskan akan mencapai target itu agar masyarakat Indonesia dapat menikmati hasil kekayaan Indonesia. "Berkali-kali saya bicara seperti itu, bertekad mencapai  itu,” kata dia.

Seiring pengelolaan kekayaan alam Indonesia agar dapat dinikmati masyarakat Indonesia melalui hilirisasi. “Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” ujar dia.

Prabowo menuturkan, program proyek hilirisasi tidak jatuh dari langit tetapi hasil buah pemikiran pemimpin Indonesia. Dengan proyek hilirisasi, Indonesia tidak hanya sekadar menjual bahan baku.

"Proyek ini tidak jatuh dari langit. Proyek buah pemikiran, buah pemikiran belasan tahun mungkin puluhan tahun. Buah cita-cita, buah Impian pemimpin Indonesia, para teknorat Indonesia, ilmuwan Indonesia. Sehingga wujud konsep-konsep ini kita tidak mau sekadar jual bahan baku. Kita tidak mau hanya jual kelapa,” kata Prabowo.

Prabowo menuturkan, Indonesia ingin mengolah turunan kekayaan alam Indonesia sehingga memberikan nilai tambah untuk masyarakat Indonesia.

"Kita mau olah turunan-turuannya di Indonesia, supaya nilai tambah dinikmati oleh rakyat Indonesia. Sudah terlalu lama petani-petani Indonesia, nelayan Indonesia, buruh-buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak,” ujar Prabowo.

"Kita olah nikel, bauksit bahkan batu bara. Bahkan komoditas pertanian kita mau olah, supaya nilai tambah ada di Indonesia,supaya kita tambah makmur. Dan kemakmuran kita harus ke rakyat, yang kaya tidak boleh 0,1% di atas. Kita terbuka. Indonesia harus untuk semua. Yang kuat monggo, kita tidak anti orang kaya. Tetapi orang kaya harus nasionalis,” tegas dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |