Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Ingat Lu Pakai Duit Pajak!

8 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Polemik viral mantan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS memantik respons tegas dari pimpinan lembaga. Pernyataan yang dianggap menyinggung isu kewarganegaraan itu memicu diskusi luas di ruang publik dan media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi.

“Dari pengalaman ini mungkin pertama Saya perlu menyampaikan bahwa kai atas nama LPDP dan seluruh alumni yang mewakili mengucapkan permohonan maaf atas yang seharusnya tidak perlu polemik tersebut dan kita sangat menyesalkan,” kata Sudarto dalam Media Briefing di Kantor DJPK Kemenkeu, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh penerima dan alumni beasiswa untuk menjaga etika serta nilai kebangsaan.

Dalam kesempatan ini, Sudarto melontarkan jargon bahwa penerima beasiswa LPDP menggunakan uang pajak yang artinya berasal dari rakyat, jargon nya yakni “Lu pakai duit pajak.”

Kalimat itu menjadi simbol pengingat bahwa dana beasiswa LPDP bersumber dari uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan secara moral maupun sosial.

“Saya ada jargon sekarang LPDP Saya mau ingatkan teman-teman Lupa pakai “Lu pakai Duit Pajak” harus ingat itu,” ujarnya.

Dana Abadi Pendidikan

Sudarto menekankan bahwa beasiswa LPDP merupakan bagian dari dana abadi pendidikan yang dibentuk atas dasar kepercayaan publik. Dana tersebut berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat dan dikelola negara untuk investasi jangka panjang sumber daya manusia Indonesia.

Oleh karena itu, setiap penerima beasiswa, baik jenjang S2, S3, postdoctoral, maupun fellowship, diingatkan untuk menyadari tanggung jawab moralnya. Pendidikan tinggi yang diperoleh bukan semata capaian pribadi, melainkan amanah publik yang harus dijaga integritasnya.

“Bahwa LPDP ini terbentuk berjalan terus karena kepercayaan daripada masyarakat. Jadi, mari kita jaga kepercayaan tersebut,” ujarnya.

Minta Alumni LPDP Jaga Sikap

Sudarto juga meminta seluruh alumni LPDP untuk menjaga etika, moral, dan nilai kebangsaan dalam setiap tindakan, termasuk di ruang digital. Ia menyebut polemik yang muncul seharusnya bisa dihindari apabila kehati-hatian dijaga.

LPDP, lanjutnya, tidak hanya membiayai pendidikan, tetapi juga membawa harapan besar masyarakat agar para alumni memberi kontribusi nyata bagi negeri.

Ia juga meyakini bahwa mayoritas alumni LPDP saat ini bekerja dengan dedikasi tinggi di berbagai sektor, mulai dari guru di pelosok, dosen di perguruan tinggi, aparatur sipil negara, hingga profesional yang membawa nama Indonesia di panggung global.

“Tapi saya meyakini bahwa seluruh Alumni LPDP saat ini bekerja dengan sangat giat mengabdi pada Negeri dengan penuh dedikasi di seluruh pelosok Tanah Air di seluruh lapisan jenis pekerjaan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |