Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan LPG Tetap Aman Setelah Bencana Sumatera

16 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina memastikan distribusi BBM dan LPG tetap aman dan berangsur normal di wilayah Sumatera Bagian Utara pascabencana. Sejak hari pertama kejadian, Pertamina bergerak cepat menjaga pasokan energi agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan berarti.

Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, di wilayah Aceh, Pertamina memiliki terdapat 156 SPBU, dengan 28 SPBU sempat terdampak akibat gangguan akses. Namun, hingga saat ini 151 SPBU atau sekitar 97 persen sudah kembali beroperasi. Sementara itu, dari 131 agen LPG, sebanyak 94 agen terdampak, serta 9 dari 11 SPBE sempat mengalami kendala.

"Alhamdulillah, saat ini operasional sudah mendekati 100 persen. Stok BBM dan LPG dalam kondisi aman,” kata Arya di BNPB, Jumat (9/1/2026).

Di Sumatera Utara, dari 406 SPBU, sebanyak 63 SPBU sempat terdampak, sedangkan 84 dari 383 agen LPG mengalami gangguan. Untuk 46 SPBE, hanya 5 yang terdampak, dan seluruhnya kini telah kembali normal. Adapun di Sumatera Barat, distribusi energi tidak mengalami gangguan, dengan 147 SPBU, 172 agen LPG, dan 14 SPBE beroperasi penuh.

Arya menuturkan, dalam kondisi darurat Pertamina menerapkan tiga pola distribusi energi, yakni jalur darat, laut, dan udara. Pada fase awal ketika akses darat terbatas, distribusi dilakukan melalui jalur alternatif dan penguatan armada.

"Kami menambah armada truk tangki dan awak tangki, serta memanfaatkan jalur laut dan udara untuk menjangkau daerah yang sempat terisolir," ujar dia.

Distribusi melalui udara dilakukan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, dan BPBD. BBM dan LPG dikirim menggunakan pesawat dan helikopter, termasuk metode sling load untuk tabung LPG.

"Kolaborasi ini sangat membantu agar energi tetap sampai ke masyarakat terdampak,” ujar Arya.

Pertamina Aktif Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Selain menjaga pasokan energi, Pertamina juga aktif dalam bantuan kemanusiaan. Sebanyak 500 relawan diterjunkan dan 6 posko utama didirikan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pertamina turut mendukung 164 posko pengungsian dan 111 dapur umum dengan pasokan Bright Gas dan BBM.

Hingga saat ini, total bantuan energi yang disalurkan mencapai 18.938 kilogram LPG atau lebih dari 1.500 tabung, serta 654.000 liter BBM yang digunakan untuk kendaraan logistik, dapur umum, hingga operasional pesawat bantuan.

Pertamina juga menyediakan air bersih melalui 15 truk tangki, reaktivasi sumur warga, serta pembangunan sumur bor baru. Di sektor kesehatan, empat posko medis diterjunkan dengan 28 dokter dan 56 perawat, yang telah melayani lebih dari 1.500 warga, termasuk layanan trauma healing bagi anak-anak dan orang dewasa.

Pertamina Kalahkan 56 Perusahaan Migas Dunia Soal Skor ESG

Sebelumnya, peringkat keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus meningkat. Pada 31 Desember 2025, Pertamina memperoleh kenaikan skor ESG (Environmental, Social and Governance) dari Lembaga ESG Risk Rating Global Sustainalytics, menjadi 23,1 (Medium Risk) dari sebelumnya 26,9 (Medium Risk) tahun 2024. Penilaian yang lebih kecil lebih baik, karena menunjukkan tingkat risiko yang lebih rendah.

Melalui skor tersebut, Pertamina mempertahankan posisinya pada peringkat ESG nomor 1 dunia di Sub Industri Integrated Oil and Gas, dari 56 perusahaan minyak dan gas terintegrasi lainnya.

Pertamina berada dalam 11% perusahaan Sub Industri Integrated Oil and Gas dengan kategori Medium Risk, sementara 32% dan 57% perusahaan pada sub industri sejenis berada pada kategori High Risk dan Severe Risk.

Kelola Risiko Keberlanjutan

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan, peringkat ini mencerminkan keberhasilan Pertamina dalam mengelola risiko keberlanjutan secara komprehensif, sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan atau ESG di seluruh lini bisnisnya.

“Pengakuan dari lembaga ESG internasional menunjukkan bahwa komitmen Pertamina dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan terus mendapatkan kepercayaan dunia,” ujar Baron.

Penguatan kinerja ESG Pertamina juga tercermin dari pemeringkatan lembaga global lainnya. Berdasarkan data MSCI ESG Rating per 31 Desember 2025, Pertamina meraih rating BBB, meningkat dari rating BB yang diperoleh tahun 2024.

“Rating BBB yang berhasil diperoleh ini semakin menunjukkan apresiasi dari lembaga resmi global, terkait kinerja ESG Pertamina. Capaian Pertamina mencerminkan tren keberlanjutan yang konsisten,” jelas Baron.

Lembaga Pemeringkat CDP

Selain itu, lembaga pemeringkat CDP turut memberikan penilaian positif terhadap aspek lingkungan Pertamina. Pada tahun 2025, peringkat Water Security Pertamina meningkat menjadi A- dari sebelumnya B, yang menempatkan Pertamina pada kategori ‘Leadership’, di mana pengelolaan air dinilai berada di atas rata-rata industri.

Sementara itu, skor untuk aspek Climate Change bertahan pada B, yang mengindikasikan kategori ‘Management’.

"Pertamina tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan dan mitigasi dampak perubahan iklim secara berkelanjutan,” tambah Baron.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan penerapan ESG sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan bisnis, menciptakan nilai jangka panjang, serta mendukung transisi energi berkelanjutan.

“ESG bukan sekadar kepatuhan, tetapi menjadi strategi inti Pertamina dalam memastikan keberlanjutan bisnis dan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan di masa depan,” tandas Baron.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |