Pemerintah Gulirkan 8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional Hadapi Dinamika Global

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah meluncurkan program “8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional” sebagai tindak lanjut arahan Presiden dalam menghadapi dinamika global.

Airlangga menjelaskan, kebijakan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih modern, efisien, dan produktif.

Butir pertama menekankan di tengah tekanan rantai pasok global, Indonesia dinilai tetap adaptif, resilien, dan tangguh. Pemerintah juga memastikan kondisi ekonomi nasional tetap stabil dengan fundamental yang kuat, termasuk ketersediaan BBM dan stabilitas fiskal yang terjaga.

Pada butir kedua, pemerintah menetapkan transformasi budaya kerja melalui sejumlah langkah utama. Salah satunya adalah penerapan work from home (WFH) bagi ASN satu hari dalam seminggu setiap Jumat, disertai digitalisasi tata kelola pemerintahan, pembatasan kendaraan dinas hingga 50 persen, serta efisiensi perjalanan dinas.

“Penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN (Aparat Sipil Negara) di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat yang diatur melalui surat edaran dari MenPAN-RB dan SE Mendagri,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026). 

Selain ASN, kebijakan WFH juga didorong untuk sektor swasta melalui pengaturan Kementerian Ketenagakerjaan, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik masing-masing industri dan mendorong efisiensi energi di tempat kerja.

Meski demikian, pemerintah menetapkan sejumlah sektor tetap bekerja dari kantor atau lapangan, seperti layanan publik (kesehatan, keamanan, kebersihan) serta sektor strategis mencakup industri, energi, pangan, transportasi, logistik, hingga keuangan. Sementara sektor pendidikan dasar hingga menengah tetap menjalankan pembelajaran tatap muka lima hari dalam seminggu.

Pada butir ketiga, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjalankan pola hidup hemat energi, memprioritaskan transportasi publik, serta tetap produktif dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

“Yang ketiga, imbauan umum bagi masyarakat, yang A, terkait efisiensi energi, masyarakat agar menjalankan kebiasaan hemat energi dalam aktivitas sehari-hari baik di rumah maupun di tempat kerja,” ujar Airlangga.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |