OJK Optimistis Industri Jasa Keuangan Tetap Terjaga di 2026

16 hours ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan outlook sektor jasa keuangan pada 2026 masih menunjukkan prospek yang terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan sepanjang 2025 yang secara umum berada dalam kisaran target awal.

Mahendra menjelaskan, realisasi kredit dan pembiayaan hingga November 2025 serta angka awal Desember 2025 tidak berbeda jauh dari proyeksi OJK di awal tahun, kecuali pada penyaluran kredit dan pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tercatat lebih rendah dari perkiraan.

“Apa yang terjadi di 2025 yang dilihat dari sisi intermediasi lembaga jasa keuangan dalam bentuk kredit dan pembiayaan yang per November 2025 maupun juga angka-angka awal di Desember 2025 nampaknya di tahun 2025 pencapaian tidak berbeda dari perkiraan atau range prakiraan kami di awal kecuali untuk kredit dan pembiayaan bagi UMKM yang memang jauh lebih rendah daripada perkiraan sebelumnya,” ujarnya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

Ia menyampaikan harapan agar kinerja kredit dan pembiayaan pada 2026 dapat meningkat, khususnya bagi UMKM, di tengah berbagai tantangan yang berasal dari perkembangan global maupun dampak bencana di sejumlah daerah.

Di sisi pasar modal, Mahendra menilai kinerja pada akhir 2025 menunjukkan perbaikan signifikan setelah sempat menghadapi tekanan pada semester pertama.

“Berbagai kebijakan dari sisi perbaikan dan peningkatan integritas dan enforcement dari peraturan yang berlaku harus semakin ditegakkan juga sekaligus pada saat yang sama melakukan berbagai langkah-langkah strategik dan konkret dalam meningkatkan pendalaman pasar,” kata Mahendra.

OJK Siapkan Empat Program Strategis Perkuat Pasar Modal 2026

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan arah kebijakan dan program strategis untuk mendorong pendalaman pasar modal Indonesia pada 2026, seiring capaian kinerja positif yang dibukukan sepanjang 2025.

Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap menyampaikan kebijakan pengembangan pasar modal tahun 2026 akan mengacu pada roadmap pengembangan pasar modal Indonesia 2023–2027, selaras dengan RPJMN, mandat Undang-Undang P2SK, serta masukan dari industri dan pemangku kepentingan.

Fokus kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan pasar modal Indonesia tumbuh lebih dalam, berintegritas, serta mampu menjadi sumber pembiayaan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Untuk itu, OJK menetapkan empat program strategis utama yang akan menjadi pijakan pengembangan pasar modal ke depan.

Empat program tersebut meliputi pendalaman pasar keuangan, peningkatan integritas pasar, penguatan kelembagaan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), serta pengembangan keuangan berkelanjutan.

Pada aspek pendalaman pasar, OJK akan mendorong peningkatan suplai melalui pengembangan produk pasar modal, sekaligus memperkuat sisi permintaan melalui peningkatan likuiditas dan peran investor domestik.

Penguatan Infrastruktur

Selain itu, penguatan infrastruktur, khususnya sistem informasi pengawasan, juga menjadi fokus untuk mendukung efektivitas pengawasan pasar. Di sisi integritas pasar, OJK akan meningkatkan efektivitas pengenaan sanksi serta mendorong perbaikan kualitas emiten dan perusahaan publik.

Untuk penguatan kelembagaan PUJK, kebijakan akan difokuskan pada penguatan pengendalian internal perusahaan, termasuk peningkatan ketahanan terhadap risiko siber. Sementara pada aspek keuangan berkelanjutan, OJK akan mendorong pengembangan jasa dan produk perusahaan karbon serta instrumen keuangan berkelanjutan lainnya pada periode 2026–2030.

OJK juga menilai pada 2026 pasar modal akan menghadapi tantangan yang lebih dinamis. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah, industri, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasar sekaligus mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas nasional.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |